Giri Menang (Suara NTB) – Seorang balita yang berstatus anak yatim insial FK (5) berasal dari Desa Golong, Kecamatan Narmada Lombok Barat mengalami penyakit kulit parah pada bagian kepala. Diduga akibat infeksi dalam waktu lama, luka anak usia lima tahun itu berulat.
Ibunya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, beberapa kali mengobati FK ke klinik, padahal FK tercatat sebagai peserta BPJS.
Kini balita malang itu dirawat di Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Narmada. Keberadaan balita itu diketahui pertama kali oleh pihak Kecamatan Narmada melalui salah satu program inovasi Jumpa Si Ranum (Jumat Pagi Sisihkan Rezeki Anda untuk Masyarakat). Camat Narmada Anwar Jayadi mengatakan FK diketahui merupakan seorang anak yatim. Sejak ayahnya meninggal dunia, ibunya harus bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Keterbatasan kondisi ekonomi menyebabkan FK dititipkan kepada kerabat yang juga memiliki anak-anak yang harus diasuh. Kondisi tersebut menyebabkan perawatan yang diterimanya belum dapat dilakukan secara optimal. Penyakit kulit yang diderita FK telah berlangsung cukup lama dan meski sudah beberapa kali mendapatkan pengobatan di klinik terdekat, kondisinya belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.
FK diketahui menderita sakit kulit parah dari laporan warga. “Kami tindaklanjuti turun ke sana pada program inovasi Jumpa Si Ranum tiap hari Jumat,” ujar Anwar Jayadi.
Pada Selasa (4/8) lalu, Camat Narmada didampingi Sekretaris Kecamatan dan Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial mengunjungi FK, penderita penyakit kulit cukup parah pada bagian kepala. Selain menyerahkan bantuan kepada keluarga FK pihaknya juga berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Sedau yang langsung turun ke lokasi bersama seorang dokter untuk melakukan pemeriksaan awal.
Turut hadir pula Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) guna melakukan asesmen sosial. Hasil koordinasi di lapangan beberapa langkah penanganan yang dilakukan. Di antaranya, TKSK akan memproses usulan bantuan sosial bagi FK. Pihak Puskesmas Sedau selanjutnya menangani pengobatan lanjutan sesuai kondisi kesehatan yang dialami. Tim juga membantu memperbaiki dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) yang dimiliki keluarga.
Usai dilakukan asesmen di kediamannya, FK langsung dibawa ke Puskesmas Sedau untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Melalui kolaborasi antara Kecamatan Narmada, Puskesmas Sedau, dan TKSK, FK memperoleh pelayanan kesehatan, bantuan sosial, serta pendampingan administrasi yang dibutuhkan sehingga dapat tumbuh dan menjalani kehidupan dengan lebih baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Sedau Ns. Junaidi, S.Kep., M.Kes., membenarkan balita FK yang mengalami penyakit tersebut. “Ada kasus balita yang menderita luka di kepala bernanah, ada ulat-ulatnya. Dikeluarkan (dibersihkan) ulat 50-100 biji,” kata dia.
FK diketahui mengalami sakit benjol seperti bisul hampir satu bulan. Bisul yang mengalami pecah hingga menyisakan luka, tetapi akibat tidak dirawat langsung lama kelamaan tumbuh lagi pada bagian lain. “Ada empat titik, itu yang infeksi,” jelasnya.
Anak ini, sudah mendapat beberapa kali penanganan. Tetapi ibunya membawa FK ke salah satu klinik. Pihaknya bersama Kecamatan pun sudah turun melakukan penanganan terhadap balita tersebut. Setelah ditemukan dengan kondisi seperti itu, tim pun langsung membawanya ke puskesmas.
Setelah ditangani di Puskesmas, anak ini ternyata memiliki BPJS lengkap. Karena tak mampu ditangani di Puskesmas, balita ini pun akhirnya dirujuk ke RSAM.
Pihaknya membantah ada pembiaran dari tim Puskesmas, sebab Balita ini bukan lagi sebagai sasaran posyandu. Kalau masuk sasaran posyandu, balita ini pasti cepat terdeteksi dan ditangani secepatnya.
Sementara itu, Direktur RSAM Narmada dr. Erick Gunawan mengatakan pihaknya menangani balita yang dimaksud, karena dirujuk dari puskesmas Sedau Kamis (6/8/2026) ke RSAM Narmada.
Tetapi soal penyakitnya berulat atau tidak, pihaknya belum tahu. “Tapi benar kami rawat di RSAM Narmada, dan sudah mendapatkan penanganan,” kata dia.
Saat ini, balita itu menjalani rawat inap. Tim medis melakukan rawat luka balita tersebut dan kondisinya pun cukup baik. Terkait penyakit yang dialami, ia mengaku belum tahu persis, tetapi ditemukan ada permasalahan pada bagian kepala. (her)

