BerandaHEADLINESemester I 2026, Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, Semakin Berkualitas dan Inklusif

Semester I 2026, Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, Semakin Berkualitas dan Inklusif

Mataram (Suara NTB) – Kepercayaan investor terhadap Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menguat. Hingga Semester I Tahun 2026, realisasi investasi mencapai Rp33,73 triliun, atau 51,26 persen dari target tahunan. Capaian tersebut menegaskan bahwa investasi di NTB tidak lagi hanya tumbuh dari sisi nilai, tetapi juga semakin berkualitas, inklusif, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi daerah.


Capaian tersebut dipaparkan dalam Rilis Realisasi Investasi Provinsi NTB Semester I Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB di Bale KITA Kompleks Islamic Center, Kamis (6/8).


Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, H. Irnadi Kusuma, S.STP., M.E., menjelaskan bahwa realisasi investasi yang telah melampaui separuh target tahunan menjadi sinyal positif bagi pencapaian target investasi hingga akhir tahun. Menurutnya, meningkatnya target investasi yang ditetapkan pemerintah juga mencerminkan semakin besarnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi NTB.


Ia menjelaskan, investasi di NTB kini semakin tersebar pada berbagai sektor dan wilayah. Selain energi dan sumber daya mineral, investasi terus tumbuh pada sektor pariwisata, ekonomi kreatif, industri, perdagangan, dan infrastruktur. Penyebarannya pun semakin merata, dengan Kabupaten Sumbawa Barat, Dompu, dan Lombok Tengah menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar pada Triwulan II Tahun 2026.


Perkembangan menggembirakan juga terjadi pada sektor UMKM. Realisasi investasi UMKM selama Semester I Tahun 2026 mencapai Rp496,68 miliar, meningkat 22,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa manfaat investasi mulai dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai fondasi ekonomi daerah.


Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Ny. Sinta Agathia Iqbal, menegaskan bahwa peningkatan investasi harus menjadi momentum mempercepat program UMKM Naik Kelas. Menurutnya, investasi yang berkualitas harus mampu menghadirkan pelaku usaha lokal yang semakin kuat, profesional, dan mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri.


Karena itu, Dekranasda terus memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui pendampingan legalitas usaha, sertifikasi halal dan BPOM, perlindungan hak kekayaan intelektual, peningkatan kualitas desain dan kemasan, digitalisasi pemasaran, perluasan akses pembiayaan, hingga pembentukan klaster produksi berbasis koperasi agar UMKM mampu memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar dengan mutu yang tetap terjaga.


Menurutnya, promosi tidak boleh berhenti pada kegiatan pameran, tetapi harus menghasilkan transaksi yang berkelanjutan, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja.


“Keberhasilan UMKM tidak lagi diukur dari banyaknya pameran yang diikuti, tetapi dari kemampuannya memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan. Promosi harus menghasilkan transaksi, transaksi harus meningkatkan produksi, dan produksi yang terus bertumbuh akan membuka lapangan kerja serta memperkuat ekonomi daerah,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, S.IP., M.A., menekankan pentingnya memperkuat hilirisasi industri agar komoditas unggulan NTB memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.


Senada dengan itu, Kepala Balai Besar POM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, S.Si., M.A., menyatakan bahwa standardisasi mutu dan keamanan produk menjadi faktor penting agar produk-produk UMKM NTB mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.


Menutup kegiatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa dominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 81,85 persen mencerminkan kuatnya kepercayaan investor domestik terhadap prospek ekonomi NTB. Di tengah dinamika ekonomi global, investasi dalam negeri menjadi penopang penting pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal, koperasi, UMKM, dan tenaga kerja.


“Yang kita dorong bukan sekadar investasi yang besar nilainya, tetapi investasi yang berkualitas dan inklusif. Investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM dan koperasi, serta menghadirkan nilai tambah yang semakin besar bagi perekonomian daerah. Inilah arah pembangunan investasi NTB menuju NTB Makmur Mendunia,” tegasnya.


Pemerintah Provinsi NTB optimistis tren positif investasi akan terus berlanjut seiring semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM. Dengan iklim investasi yang semakin kondusif, investasi diharapkan tidak hanya menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan pembangunan, peningkatan daya saing daerah, dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat. (era)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO