Oleh: Sapdi, SPd
Guru dan Operator PAUD Kota Mataram
SETIAP kali tahun ajaran baru dimulai, riuk pikuk antusiasme menyambut peserta didik baru menyelimuti setiap sudut sekolah. Namun, di balik keceriaan anak-anak PAUD dan kesibukan guru mengajar, ada sosok penting di balik layar yang tengah bertarung dengan waktu, kuota, dan sistem data: Operator Sekolah (OPS).
Bagi para operator PAUD di Kota Mataram, momen pergantian tahun ajaran kerap berubah menjadi ajang “uji ketahanan fisik dan mental”. Data yang valid di tingkat pusat (Dapodik) tidak lepas dari jemari mereka, tetapi proses mengawalnya jauh dari kata mulus.
Deretan Drama dan Realita di Lapangan
Menghimpun aspirasi dan curahan hati beberapa operator PAUD di Kota Mataram, terdapat benang merah keluhan yang hampir selalu berulang setiap tahun ajaran baru:
Server Lelet dan Error Berjamaah. Ketika semua operator se-Indonesia mengakses sistem di waktu yang sama, server mendadak melambat hingga mengalami down. Akibatnya, pekerjaan yang harusnya selesai sekejap jadi tertunda berjam-jam.
Labirin Banyak Web. Penginputan data tidak lagi terpusat satu arah. Operator dipaksa membuka berbagai situs web terpisah, mulai dari input siswa, sarpras, hingga validasi data yang memicu kebingungan teknis dan menguras fokus.
Sistem Antrean dan Konfirmasi. Setelah berhasil menyelesaikan input data yang melelahkan, operator masih harus menanti proses konfirmasi/validasi dari dinas terkait.
Tuntutan Cepat Sinkron. Tekanan agar data segera sinkron kerap tak sebanding dengan kenyataan di lapangan. (“Ndekne ketaok ape operator jungkir balik” istilah lokal yang mengilustrasikan betapa beratnya perjuangan operator yang sering tak terlihat oleh pihak luar).
Ronda Tengah Malam dan Modal Kuota. Agar terhindar dari server error, tak sedikit operator yang terpaksa bangun di tengah malam memantau laptop saat orang lain tertidur pulas. Semua ini menuntut modal kuota internet tanpa henti (non-stop).
Sisi Humanis yang Terlupakan. Di tengah tumpukan berkas dan layar laptop, hal-hal kecil seperti ketersediaan camilan atau perhatian modal kerja di atas meja sering kali absen.
Peran Ganda Guru dan OPS. Banyak operator PAUD yang sejatinya adalah guru kelas. Masalah server yang berkepanjangan membuat mereka dilematis: harus fokus mendampingi anak-anak belajar atau terus menatap layar laptop agar data tidak terlambat?
Salah satu operator senior yang telah bertahun-tahun mengabdi di salah satu TK di Kota Mataram mengungkapkan bahwa semester ini terasa sebagai puncak kendala penginputan Dapodik.
“Dulu banyak hal masih bisa diinput dan diperbaiki langsung lewat aplikasi Dapodik. Sekarang, mulai dari data siswa, kondisi sarana prasarana (sarpras), hingga detail lainnya dialihkan ke portal/web khusus tersendiri. Sistem modular ini malah membuat alur kerja semakin rumit dan lambat,” ungkapnya.
Pekerjaan operator bukanlah sekadar urusan mengetik. Tanpa peran aktif mereka, data sekolah tidak akan terbarukan di tingkat pusat, yang berdampak langsung pada pencairan bantuan operasional sekolah hingga tunjangan sertifikasi para guru.
Oleh karena itu, para operator PAUD di Kota Mataram menyuarakan beberapa poin krusial untuk para pemangku kebijakan.
Kejelasan Karir dan Status Pekerjaan. Jenjang karir operator sekolah perlu diperjelas oleh pembuat kebijakan agar tidak selamanya berada di area abu-abu.
Kesejahteraan dan Insentif Layak. Mengingat beban kerja dan kualifikasi teknis yang dibutuhkan, sudah sepantasnya insentif honorer bagi operator disesuaikan secara proporsional.
Bimbingan Teknis (Bimtek) Rutin. Pelatihan atau Bimtek yang berkala dan komprehensif sangat diperlukan agar operator tidak gagap saat ada perombakan alur atau sistem baru dari pusat.
Perbaikan Manajemen Server Pusat. Harapan besar ditujukan kepada pengelola IT di tingkat pusat untuk meningkatkan kapasitas server dan menyederhanakan alur penginputan agar terintegrasi kembali dalam satu wadah yang stabil dan efisien.
Operator sekolah adalah fondasi utama dari validitas data pendidikan nasional. Sudah saatnya suara dan jeritan hati para operator PAUD di Kota Mataram ditanggapi dengan langkah konkret, bukan sekadar imbauan untuk bersabar. Mari bersuara agar semua pihak paham, mempermudah kerja operator sama artinya dengan memajukan kualitas pendidikan anak usia dini secara keseluruhan.

