BerandaEKONOMIPengelola Hotel Berharap Semangat Membangun Senggigi Tak Kendor

Pengelola Hotel Berharap Semangat Membangun Senggigi Tak Kendor

Giri Menang (Suara NTB) – Pelaku usaha hotel dan restoran di kawasan wisata Senggigi berharap penindakan hukum terhadap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) tidak mengganggu program pembangunan pariwisata yang sedang berjalan.


Ketua Asosiasi Hotel Senggigi, I Ketut Murta Jaya, mengatakan kalangan industri pariwisata turut prihatin dengan kasus hukum yang menimpa orang nomor satu di Kabupaten Lombok Barat. Namun, ia berharap agenda pembangunan yang sudah dirintis tetap dilanjutkan pemerintah daerah.


Sebagaimana diketahui, Lalu Ahmad Zaini terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 20 Juli 2026. Setelah itu, roda pemerintahan Lombok Barat dijalankan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha.


Murta Jaya menilai, sejumlah program yang sebelumnya didorong pemerintah daerah memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan industri pariwisata. Karena itu, pelaku usaha berharap momentum pembangunan tidak terputus akibat persoalan hukum yang sedang berlangsung.


“Kita turut prihatin dengan kejadian ini. Kalau melihat kerja nyata yang beliau (LAZ) kampanyekan, sebenarnya sudah terlihat dan cukup progresif. Namun bagaimanapun, kami menghormati upaya otoritas dalam melakukan penegakan hukum,” kata General Manager Holiday Resort Lombok ini.


Ia menegaskan, pelaku industri pariwisata tetap siap bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk dengan Wakil Bupati Lombok Barat yang kini menjalankan roda pemerintahan.


Menurutnya, komunikasi antara pelaku usaha pariwisata dan pemerintah daerah selama ini sudah berjalan cukup intens. Hubungan tersebut diharapkan terus dipertahankan agar kepentingan pengembangan pariwisata tidak ikut terdampak.


“Ke depan kami dari industri pariwisata akan selalu mendukung. Terkhusus untuk Ibu Wakil Bupati, kami juga cukup intens berdiskusi melalui asisten-asisten beliau. Saya pikir ke depannya kita harus tetap menjaga sinergi dengan baik,” ujarnya.


Salah satu perhatian utama pelaku usaha adalah keberlanjutan proyek infrastruktur yang dinilai strategis bagi masa depan Senggigi.


Murta Jaya menyebut revitalisasi Pelabuhan Senggigi menjadi salah satu proyek yang sangat dinantikan industri pariwisata. Infrastruktur tersebut dinilai bukan sekadar fasilitas transportasi, tetapi bisa menjadi pintu masuk untuk memperkuat konektivitas wisata Senggigi dengan Bali dan Gili Trawangan.


“Program-program yang sudah baik ini kami harapkan berjalan secara sustainable, secara berkelanjutan. Terutama soal pembangunan Dermaga Sengigi yang saat ini tengah berjalan,” katanya.


Menurut Murta Jaya, keberlanjutan pembangunan pariwisata membutuhkan dua dukungan utama dari pemerintah, yakni kepastian regulasi dan pembangunan infrastruktur.


Ia menekankan jangan sampai perubahan situasi politik dan hukum di Lombok Barat membuat semangat membangun Senggigi ikut terhenti.


“Dukungan pemerintah itu salah satunya regulasi. Yang kedua infrastruktur. Jadi, semangat membangun Senggigi jangan sampai putus di sini,” tegasnya.


Murta Jaya mengatakan revitalisasi Pelabuhan Senggigi semakin penting karena karakter pasar wisatawan yang datang ke kawasan tersebut sangat berkaitan dengan konektivitas laut.


Senggigi, menurutnya, berada dalam satu ekosistem destinasi yang terhubung dengan Bali dan Gili Trawangan. Karena itu, keberadaan pelabuhan yang representatif dapat memperkuat arus wisatawan dari dua pasar tersebut.


“Bali, Gili Trawangan, Senggigi. Jadi tiga ini. Makanya kami sangat mendukung revitalisasi Pelabuhan Senggigi,” ujarnya.


Ia menyebut sebagian besar pasar wisatawan yang menjadi sasaran hotel di kawasan Senggigi datang melalui fast ferry dari Bali. Dengan demikian, kondisi dan kapasitas Pelabuhan Senggigi akan berpengaruh langsung terhadap akses wisatawan menuju kawasan hotel. (bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO