KSB Mall Mulai Dibangun
Taliwang (Suara NTB) -Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah memulai tahapan pembangunan gedung KSB Mall. KSB Mall ini akan memanfaatkan gedung yang akan menjadi salah satu pusat perdagangan produk UMKM itu menelan anggaran sekitar Rp1,7 miliar lebih.
Pantauan Suara NTB, lokasi pembangunan KSB Mall itu berada di Jalan Undru tepatnya di samping kanan Kantor Camat Taliwang dan berhadapan langsung dengan rumah dinas atau Pendopo Wakil Bupati. Saat ini proses pembangunannya telah menyelesaian sebagian besar pilar utamanya dan pada salah satu bagian temboknya mulai disusuni bata.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) KSB, Suryaman mengatakan, pembangunan gedung KSB Mall ini sepenuhnya menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Kontrak kerjanya akan berlangsung selama 120 hari kalender. “Target kita semoga bisa diresmikan pada rangkaian acara Harlah KSB ke-23 bulan November nanti,” katanya, Kamis (13/8).
Menurut Suryaman, KSB Mall ini masih satu kesatuan dengan sentra IKM yang berada di Kecamatan Poto Tano. Karena itu,pengelolaannya berada di bawah kendali UPTD Sentra IKM Poto Tano. “Sebagian personil UPTD Sentra IKM Poto Tano nanti akan kita tempatkan di KSB Mall itu,” ujarnya.
Gedung KSB Mall dikhususkan untuk tempat penjualan berbagai produk UMKM yang dihasilkan warga KSB. Suryaman mengatakan dengan status mall tentu setiap produk UMKM yang dijual akan ditingkatkan kualitasnya sebelum dipasarkan. “Makanya program kegiatan pembangunan Mall KSB ini,kita beri judul Pengembangan Usaha Mikro dengan Orientasi Penguatan Skala Usaha,” paparnya.
Mantan Kabag Prokopim KSB ini melanjutkan, pengelolaan gedung KSB Mall itu nanti akan dijalankan secara profesional. Berbagai fasilitas pendukung akan disediakan sehingga pengunjung yang datang betah berlama-lama di dalamnya.
“Pokoknya kita desain sebagus mungkin. Booth UMKM kita tata sedemikian rupa sama seperti lumrahnya suasana mall agar pengunjung betah,” tukas Suryaman.
Ia berharap keberadaan gedung KSB Mall itu dapat memacu pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produknya. “Pastinya kita akan mendampingi pelaku UMKM kita untuk memperbaiki kualitas prosuknya. Tapi kalau ada motivasi mereka tentu kan akan lebih baik,” pungkasnya. (bug)


