Kota Bima (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima memperluas penemuan kasus tuberkulosis (TBC) dengan melakukan tracking di 27 lokasi. Langkah ini dilakukan untuk menemukan kasus lebih dini serta warga yang belum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad mengatakan, Kelurahan Paruga menjadi lokasi pertama dari 27 titik yang akan disasar dalam program tersebut. Penelusuran ini dilakukan dengan melibatkan pemeriksaan kesehatan masyarakat dan pengambilan sampel dahak bagi warga yang terindikasi suspek TBC.
“Kelurahan Paruga menjadi lokus pertama dari 27 lokus yang akan kita jangkau se-Kota Bima. Saya berharap program ini bisa berjalan lancar di setiap lokasi,” ujarnya pekan kemarin.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menemukan kasus TBC. Warga yang memiliki gejala atau berisiko terinfeksi diharapkan aktif memeriksakan diri sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Dikatakan, penelusuran itu sekaligus diintegrasikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG),termasuk pemeriksaan status gizi. Integrasi dilakukan karena TBC dan persoalan gizi memiliki keterkaitan.
“Tracking TBC yang kita integrasikan dengan Cek Kesehatan Gizi Gratis ini merupakan langkah strategis, karena TBC dan masalah gizi sering kali saling berkaitan,” ujar Ahmad.
Ia menjelaskan, masyarakat dengan status gizi kurang lebih rentan terinfeksi TBC. Sebaliknya, penderita TBC juga berisiko mengalami penurunan status gizi. Pemeriksaan secara terintegrasi diharapkan dapat menangani kedua persoalan tersebut dalam satu rangkaian pemeriksaan.
Data Dikes Kota Bima mencatat 405 kasus TBC ditemukan pada 2023 dengan tingkat keberhasilan pengobatan 96,31 persen. Pada 2024, tercatat 357 kasus, termasuk 37 kasus TBC anak, dengan 339 pasien atau sekitar 98 persen dinyatakan sembuh.
Pada 2025, Dikes menargetkan penemuan 528 kasus TBC. Hingga evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM), sebanyak 422 kasus telah ditemukan atau sekitar 80 persen dari target.
Penelusuran di 27 lokasi, pihaknya berupaya memperluas jangkauan penemuan kasus sehingga penderita TBC dapat diketahui dan ditangani lebih dini. (hir)


