Mataram (Suara NTB) – Perebutan kursi Ketua Umum (Ketum) KONI NTB menyisakan tanda tanya besar. Pasalnya, dua bakal calon (Balon) yang diunggulkan, yakni Gubernur NTB, Dr. H.Lalu Muhamad Iqbal dan H. Mori Hanafi selaku petahana dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).
Gugurnya dua bakal calon Caketum KONI NTB, karena keduanya dinyatakan tidak memenuhi sejumlah persyaratan. Sementara satu pendaftar lain tidak lolos karena tidak mengembalikan persyaratan sebagai pendaftar.
“Setelah kita verifikasi, faktualisasi, kemudian tinggal dua, yaitu Pak H. Mori Hanafi dengan Pak H. Muhammad Iqbal. Dari dua ini, kita nyatakan dari TPP adalah tidak memenuhi syarat,” kata Wakil Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Ketum KONI NTB, Andik Budi Hariono, saat konferensi pers, di Kantor KONI NTB, Selasa (18/7).
Mori Hanafi yang berstatus petahana dipastikan tidak lolos lantaran kurangnya dukungan dari KONI kabupaten/kota. Dukungan yang didapatkan kurang dari 30 persen dan dengan demikian tidak memenuhi syarat.
Sementara, Gubernur Iqbal, tidak lolos lantaran tidak mempunyai pengalaman memimpin dan atau sebagai Ketua KONI di daerah. Hal itu merupakan salah satu syarat menjadi Calon Ketum KONI NTB.
Sebagai informasi, pada pendaftaran awal, Mori Hanafi sebetulnya telah memenuhi persentase syarat dukungan dari Cabor maupun KONI kabupaten/kota. Namun, dalam fase akhir seleksi untuk penentuan Calon Ketum, suara yang didapatkan Mori berkurang.
Andi menjelaskan, berkurangnya suara yang didapatkan Mori terjadi akibat adanya dukungan ganda dari beberapa Cabor dan KONI kabupaten/kotq. Dari empat KONI daerah yang mendukung, hanya Kabupaten Sumbawa dan Lombok Barat (Lobar) yang dukungannya tidak dobel. Sementara, Kabupaten Lombok Utara dan Dompu memilih Mori sekaligus memilih Gubernur Iqbal. Dengan demikian, dua Kabupaten dengan dukungan ganda dan dinyatakan tidak sah.
“Sehingga ini berkurang dari 30 persen yang tiga Kabupaten/Kota,” jelasnya.
Sementara dukungan ganda dari Cabor meliputi MMA, PASI, E-Sports, Anggar, Voli, Tenis Lapangan, dan Panjat Tebing.
Ditanya terkait skema seperti apa yang akan dilakukan setelah kekosongan bakal calon dalam kontestasi perebutan kursi Ketua KONI, Andi belum dapat memastikannya. Ia hanya menegaskan, tugas TPP sudah berakhir sampai seleksi bakal calon
“Kita sudah menyerahkan ke KONI laporan tadi. Untuk langkah selanjutnya kita serahkan ke KONI seperti apa. Tugas kita hanya sampai di sini. Ketika semua itu tidak memenuhi syarat, berarti tugas kami selesai. Untuk tindak lanjutnya lagi kami serahkan ke KONI,” pungkasnya. (sib)


