PENDATAAN Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, telah mencapai lebih dari 50 persen. Dari sekitar 1.200 kepala keluarga (KK) yang menjadi sasaran, sekitar 600 KK telah berhasil didata. Pendataan dilakukan oleh 15 agen Perlinsos yang terdiri atas kader dan staf kelurahan.
Lurah Dasan Agung Baru, Rahmat Fakhrurrozi, mengatakan capaian pendataan tersebut telah memenuhi target sementara yang ditetapkan di tingkat kelurahan. Berdasarkan pengecekan terakhir, jumlah warga yang telah didata sudah mencapai lebih dari separuh total KK.
“Saya cek tiga hari yang lalu, kita sudah lebih dari 50 persen dengan melibatkan 15 agen,” ujarnya, Rabu (19/8).
Rahmat menyebutkan, sekitar 600 KK dari total 1.200 KK telah terdata. Meski capaian persentasenya sudah lebih dari 50 persen, pihak kelurahan tetap menargetkan seluruh KK dapat masuk dalam pendataan.
Menurutnya, pendataan tersebut penting karena data Perlinsos tidak hanya digunakan untuk mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial. Data yang terkumpul juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun basis data sosial yang lebih akurat dan terintegrasi.
“Kalau dari persentase, kita sudah mencapai target. Tetapi pendataan tetap kita lanjutkan karena target kita seluruh KK yang ada di Dasan Agung Baru bisa terdata,” katanya.
Pendataan Perlinsos juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat digitalisasi data sosial. Kota Mataram termasuk salah satu daerah yang menjadi percontohan dalam pelaksanaan program tersebut yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.
Namun, dalam pelaksanaannya, agen Perlinsos masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah warga yang tidak ditemukan saat petugas mendatangi alamat yang tercatat dalam data.
Rahmat menyebutkan, sebagian warga diduga telah pindah domisili sehingga petugas kesulitan melakukan pendataan. Kondisi tersebut membuat agen harus melakukan pengecekan dan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan keberadaan warga bersangkutan.
Selain itu, terdapat warga yang belum bersedia didata ketika petugas datang ke rumah. Terhadap kondisi tersebut, pihak kelurahan memilih melakukan pendekatan secara persuasif agar masyarakat memahami tujuan pendataan.
“Kita tetap lakukan pendekatan secara persuasif melalui kepala lingkungan maupun ketua RT. Kita berikan pemahaman bahwa pendataan ini penting,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh warga yang berdomisili di Kelurahan Dasan Agung Baru akan didata sehingga pemerintah memiliki gambaran kondisi sosial masyarakat secara menyeluruh. “Semua warga yang ada di kelurahan kita data. Makanya kita upayakan 1.200 KK ini kita data,” pungkasnya. (pan)


