PEMERINTAH Kabupaten Lombok Utara (KLU) tengah menyusun bahan ajar sebagai materi edukasi dini mitigasi bencana. Hal tersebut tidak lepas dari tingginya potensi bencana yang ada di Lombok Utara.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lombok Utara, H. M. Zaldy Rahadian, ST., MT., Kamis (20/8) mengungkapkan, edukasi dini pengenalan dan mitigasi bencana perlu dilakukan di tingkat sekolah dasar dan menengah di Kabupaten Lombok Utara. Diharapkan, dengan menanamkan pengetahuan bahaya dan risiko bencana sejak usia sekolah dasar, generasi Lombok Utara di masa depan bisa lebih peka dan lebih siap saat menghadapi potensi risiko bencana.
“Melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana, kita sudah menggelar diseminasi bahan ajar pada Satuan Pendidikan,” ujarnya.
BPBD berharap, OPD teknis kependidikan dapat menyusun bahan ajar sesuai kebutuhan siswa SD dan SMP. Bahan ajar risiko bencana dapat memberikan pengetahuan dasar, membangun kesiapsiagaan, serta menekan dampak buruk dan korban jiwa saat terjadi bencana di lingkungan sekitar.
Dalam meningkatkan pemahaman bencana, siswa tidak hanya mengetahui jenis-jenis ancaman di sekitar, menjelaskan tanda-tanda awal bencana, serta mengajarkan mitigasi yang benar.
Pemda jelas Zaldy, perlu membangun kesiapsiagaan melibatkan seluruh elemen. Khusus bagi siswa tingkat sekolah, kesiapsiagaan dapat mengurangi rasa panik saat kejadian, memberi panduan evakuasi yang aman sehingga jumlah potensi korban dapat diminimalisir.
Sebelumnya, Kepala Dikbudpora KLU, H. Muhammad Najib, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan pendidikan mitigasi bencana sangat penting bagi Lombok Utara. Daerah ini dikenal memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, terutama gempa bumi.
“Setiap bencana biasanya akan mendatangkan korban, apakah itu harta benda maupun jiwa. Maka langkah-langkah untuk mengurangi atau bahkan meniadakan jatuhnya korban adalah langkah yang mulia,” ucap Najib.
Ia menilai kegiatan diseminasi bahan ajar SPAB merupakan langkah strategis karena menyasar generasi muda yang nantinya akan menjadi penerus pembangunan dan pemerintahan di Lombok Utara.
Najib berharap kepala satuan pendidikan, guru, siswa, OPD serta seluruh pihak yang terlibat dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga materi yang diberikan benar-benar dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
“Langkah antisipasi adalah langkah yang sangat kita perlukan. Kita berharap kemanfaatan dari acara ini nantinya dapat kita rasakan dan menjadi dasar bagaimana kita berhadapan dengan bencana,” imbuhnya. (ari)


