BerandaNTBLOMBOK BARATSosok Korban KMP Putri Yasmin, Dikenal sebagai Tulang Punggung Keluarga

Sosok Korban KMP Putri Yasmin, Dikenal sebagai Tulang Punggung Keluarga

- Advertisement -

Giri Menang (Suara NTB) – Ardiansyah (37), salah satu korban meninggal KMP Putri Yasmin asal Dusun Gelogor Timur Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Lombok Barat (Lobar) dimakamkan pada Kamis (20/8/2026) di Pemakaman Umum setempat. Sosok korban merupakan tulang punggung keluarga. Bahkan, almarhum berniat ke Bali untuk memenuhi biaya akikah sang putri yang baru berusia 5 bulan.


Yusri, paman korban menuturkan sosok almarhum di mata keluarga seorang pekerja keras. “Tidak pernah namanya tidak kerja, tiap hari rajin bekerja karena tulang punggung keluarga,” tutur Yusri, ditemui usai pemakaman di Gelogor, Kamis (20/8).


Begitu pula di masyarakat, almarhum dikenal bermasyarakat, mudah bergaul, ramah, dan cepat dimintai bantuan orang. Almarhum diketahui bekerja sebagai kernet kendaraan yang biasa mengirim barang. Ia telah bekerja selama 13 tahun. Almarhum berangkat ke Bali bersama sopir untuk mengambil telur yang rencananya dikirim ke Sumba NTT.


Ia sempat mengutarakan niat ke Bali untuk mencari rezeki membiayai akikah putrinya yang masih berusia lima bulan. Namun, ia tak menyangka ternyata kepergian keponakannya ke Bali itu menjadi pertama dan terakhir. Nasib berkata lain, kapal KMP Putri Yasmin yang ditumpangi Ardiansyah terbakar pada Rabu (12/8/2026). Dalam kejadian nahas itu, almarhum sempat menyelamatkan diri bersama sopir. Ia dievakuasi menggunakan kapal yahct ke Pelabuhan Lembar.


Almarhum pun dibawa ke RSUD dan sempat menjalani perawatan selama sekitar delapan hari. Selama dirawat di RSUD, korban sempat menyampaikan keluhan sesak yang dialaminya. “Dan komunikasi saya terakhir, dia bilang sakit, sesak dadanya,” ujarnya. Hingga akhirnya, Ardiansyah ditangani di ICU, ia tidak bisa berkomunikasi lagi dengannya.


Alangkah sedihnya pihak keluarga, pada Rabu (19/8/2026) sore, Ardiansyah dinyatakan meninggal dunia di RSUD Tripat. Kepergian Ardiansyah meninggalkan duka yang mendalam bagi sang istri maupun keluarga. Lelaki 37 tahun itu meninggalkan istri dan kedua anaknya yang duduk di bangku kelas VII SMP dan bayi perempuan berumur 5 bulan.


Sementara itu, Kepala Desa Gelogor, Arman Iswara mengenal sosok almarhum sebagai pekerja keras dan tulang punggung keluarga. Namun pihaknya mempertanyakan perhatian perusahaan kepada almarhum. Pasalnya hingga korban meninggal dunia Rabu (19/8), belum ada pihak perusahaan datang memperhatikan korban. Bahkan hingga hari pemakaman belum ada yang datang.


Beberapa instansi pelayaran seperti PT ASDP, Jasaraharja hingga Pemkab Lobar datang memberi perhatian hingga kepedulian kepada keluarga korban yang berduka. Keluarga juga berharap tanggung jawab dari pihak perusahan itu, karena ini berkaitan dengan nyawa penumpangnya.


Sementara itu, Tokoh Masyarakat Desa Setempat, Samsul Hadi cukup mengenal sosok korban yang dikenal orang baik dan ramah. Meski pihak keluarga sudah menerima musibah itu, namun hak sebagai korban harus tetap diperjuangkan. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO