Giri Menang (Suara NTB) – Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menerima program Desa Berdaya Tematik yang menjadi unggulan Pemprov NTB dalam hal ini Gubenur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal. Dari program ini, pihak pemerintah desa setempat mengalokasikan untuk peternakan penggemukan ternak sapi.
Program ini diluncurkan pada perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Desa Jagaraga sekaligus dirangkai HUT ke-81 RI yang berlangsung Selasa (18/8/2026). Dalam kegiatan yang digelar di Desa Jagaraga itu dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, bersama jajaran pemerintah daerah, Anggota DPRD Lombok Barat Munawir Haris, S.IP., M.AP, Forkopimcam, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Jagaraga.
Kehadiran Wabup menjadi penyemangat bagi masyarakat Desa Jagaraga. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat gotong royong seluruh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Umi Nurul menyampaikan apresiasi kepada Pemdes Jagaraga dan seluruh masyarakat yang telah menjaga semangat kebersamaan dalam membangun desa.
Peringatan hari jadi desa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan pembangunan desa sekaligus memperkuat komitmen untuk menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Sementara itu, Kades Jagaraga M. Hasyim ST., menyampaikan terima kasih kepada Wabup dan seluruh pihak yang telah mendukung menyukseskan rangkaian perayaan HUT Desa Jagaraga ke-76.
Kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam menjaga persatuan serta mendorong pembangunan desa ke arah yang lebih baik. Hal berbeda pada HUT Desa kali ini jelas Hasyim, diantaranya peresmian kelompok ternak sapi program Desa Berdaya Tematik dari Gubernur.
“Dan yang berbeda pada momen HUT kali ini, kehadiran Wabup yang berkenan meresmikan Program Desa Berdaya Tematik dari bapak Gubernur ini, secara simbolis penyerahan kepada kelompok ternak,” kata Hasyim.
Pada program desa berdaya Tematik herupa bantuan keuangan khusus (BKK) ke desa bisa dikelola oleh empat lembaga. Diantaranya, Pemdes, BUMDES, Kopdes, dan kelompok masyarakat.
Pihak Desa pun mengambil alih pengelolaan program ini dalam bentuk kandang kolektif dan 12 ekor sapi penggemukan dengan anggaran 300 juta. Selain itu untuk sewa lahan, biaya operasional, pakan dan lainnya. Sesuai juklak dan juknis yang diberikan Pemprov, dana BKK ini dialokasikan melalui APBDes.
Program ini sekaligus menjadi kado pada HUT desa kali ini. Karena dinilai program ini berdampak pada masyarakat desa.
Selain program desa berdaya, ada juga program unggulan Pemkab Lobar 1 Miliar per desa 100 juta per dusun diperoleh pihaknya. Program ini dinilai menjadi solusi atas kondisi fiskal desa yang terbatas dampak pemotongan Dana Desa (DD).
“Dengan program bapak Gubernur Desa Berdaya Tematik, kemudian program 1 Miliar per desa 100 juta itu sangat membantu pemerintah desa, khususnya di desa kami bisa memenuhi hajat hidup masyarakat,”ujarnya.
Karena program yang tidak bisa dialokasikan atau dibiayai dari DD, bisa ditanggulangi melalui program ini. Seperti di desanya mendapatkan alokasi Rp2 Miliar lebih dari Dipa Program 1 miliar per desa dan 100 juta per dusun. Itu dalam bentuk penataan lingkungan, pemasangan paving blok, Pembangunan Aula kuburan, MCK masjid, MCK musholla dan penembokan keliling kuburan.
Untuk itu, pihaknya menyampaikan ke Wabup agar program yang dianggap menyentuh ke masyarakat ini dilanjutkan. Sehingga program yang telah direncanakan secara jangka panjang pada RPJMDes bisa berkelanjutan dibackup melalui program ini. Pihaknya juga berharap progam ini bisa mengakomodir peningkatan insentif kader posyandu, RT dan armada sampah. Nantinya operator armada ini menjadi tanggung jawab pemdes dan masyarakat. (her)


