BerandaNTBLOMBOK TIMURBupati Lotim Minta BTNGR dan Warga Sembalun Serius Tangani Sampah

Bupati Lotim Minta BTNGR dan Warga Sembalun Serius Tangani Sampah

- Advertisement -

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin meminta seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pengelola kawasan wisata, hingga Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) untuk lebih serius menangani persoalan sampah di kawasan Sembalun.


Menurut Haerul Warisin, kebersihan menjadi tanggung jawab bersama, karena Sembalun merupakan salah satu kawasan wisata yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.


“TNGR harus betul-betul mau peduli dengan sampah. Masyarakat Sembalun juga harus mau peduli dengan sampah,” tegas Bupati.


Ia menilai masyarakat maupun pengunjung tidak seharusnya membuang sampah sembarangan. Terlebih, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk menyediakan lahan yang dapat mendukung penanganan persoalan sampah di kawasan tersebut.


“Kami penduduk Lombok Timur sudah membeli lahan sekitar Rp1 miliar, luasnya kurang lebih satu hektare. Jangan buang sampah sembarangan. Kumpulkan baik-baik kemudian buang ke tempat yang sudah disiapkan,” ujarnya.


Bupati juga mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi agar pengelolaan sampah di Sembalun berjalan maksimal. Karena itu, pihaknya meminta dukungan TNI, terutama dalam penyediaan armada maupun kebutuhan lain yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.


Menurutnya, persoalan sampah tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah kecamatan. Camat, kata dia, membutuhkan dukungan dari seluruh unsur karena kawasan Sembalun merupakan destinasi wisata yang melibatkan banyak pihak.


“Jangan hanya Pak Camat yang mau tahu. Jangan hanya Pak Camat saja, kasihan juga mereka. Tapi ini tetap akan menjadi perhatian kita,” katanya.


Haerul menegaskan, penanganan sampah merupakan bagian penting dalam menjaga citra Sembalun sebagai kawasan wisata. Karena itu, kepedulian harus dibangun secara bersama-sama, baik dari masyarakat, petugas kebersihan, TNGR, pemerintah kecamatan maupun pemerintah daerah.


“Ini objek wisata Sembalun. Dari masyarakatnya, dari para petugasnya, dari TNGR-nya, dari Pak Camatnya, semua harus peduli,” tegasnya.


Ia berharap kesadaran bersama tersebut mampu menjadikan Sembalun sebagai kawasan wisata yang bersih, indah dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.


“Supaya nama Sembalun sebagai kota wisata, sebagai daerah wisata, sebagai objek wisata betul-betul dilihat oleh masyarakat menjadi indah. Semuanya oke,” pungkasnya.


Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sendiri saat ini tengah fokus mendorong sejumlah program pembangunan, termasuk agar rencana LSDP dapat segera terwujud. Namun, Bupati menekankan persoalan kebersihan Sembalun tetap menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan sektor pariwisata di kawasan tersebut.


Kepala Seksi (Kasi) Wilayah II Balai TNGR, Ma’ruf Hadi yang dikonfirmasi terpisah memastikan semua sampah di Rinjani sudah ditangani. Dari hasil pendakian semua sampah selalu dibawa turun. Sekali sepekan minimal kemudian diangkut dari Sembalun menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ijobalit milik Pemerintah Kabupaten Lotim. TNGR sudah menjalin kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lotim. Ada anggaran yang dialokasikan khusus oleh TNGR untuk biaya angkutan sampah menuju TPA.


Semua pendaki susah diingatkan untuk menjaga Rinjani tetap bersih. Pendaki membawa turun sampahnya dam setiap sampah ditimbang. Dilakukan pemisahan sampah organik dengan yang non organik. “Plastik dan tiau itu kita larang dibawa ikut naik,” terang Maruf menuturkan adanya regulasi yang cukup tegas terkait penanganan sampah ini.


Maruf setuju dengan pernyataan Bupati Lotim H. Haerul Warisin dalam penanganan sampah. Apalagi diketahui akan dibangunkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). “Kalau memang nanti TPST jadi, maka bisa kita kerja sama model penanganan sampahnya,” imbuhnya. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO