BerandaNTBLOMBOK TIMURSemua Rumah Sakit di Lotim Didorong Miliki Layanan Unggulan

Semua Rumah Sakit di Lotim Didorong Miliki Layanan Unggulan

- Advertisement -

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendorong seluruh rumah sakit yang ada di Lotim untuk memiliki layanan unggulan masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pilihan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kunjungan dan kualitas layanan rumah sakit.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lotim, Lalu Aries Fahrozi mengatakan, saat ini terdapat empat rumah sakit yang menjadi bagian dari layanan kesehatan di Lombok Timur. Keempatnya yakni RSUD dr. R. Soedjono Selong, Rumah Sakit Patuh Karya Keruak, Rumah Sakit Lombok Timur Labuhan Haji, dan Rumah Sakit Selaparang. Diketahui, melalui Bafan Amil Zakat Nasional akan dihadirkan rumah sakit khusus juga di Lotim.


Menurutnya, terdapat sekitar 24 jenis layanan yang dapat dikembangkan menjadi layanan unggulan rumah sakit. Di antaranya layanan kesehatan jiwa, ibu dan anak, paru, rehabilitasi narkoba, maupun layanan spesifik lainnya.


“Belum ditetapkan secara spesifik masing-masing rumah sakit akan mengembangkan layanan unggulan apa. Nanti kita akan berdiskusi dengan masing-masing direktur dan pimpinan untuk menentukan layanan yang paling tepat,” kata Aries menjawab Suara NTB di kantornya belum lama ini.


Ia menjelaskan, pembagian layanan unggulan tersebut diharapkan membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan tertentu. Misalnya, masyarakat yang membutuhkan layanan rehabilitasi narkoba dapat mengetahui rumah sakit yang menjadi rujukan untuk layanan tersebut. Demikian pula untuk layanan jiwa, ibu dan anak, paru, dan layanan lainnya.


Aries menyebut RSUD dr. R. Soedjono Selong tetap menjadi rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Lombok Timur. Rumah sakit tersebut juga diarahkan mengembangkan layanan unggulan terkait KJSU, yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.


Sementara rumah sakit lainnya diharapkan dapat mengembangkan layanan yang berbeda sehingga terbentuk pembagian layanan yang saling melengkapi.
“Ke depan kita harapkan rumah sakit yang ada di Lombok Timur masing-masing memiliki layanan unggulan yang berbeda. Sehingga ketika masyarakat membutuhkan layanan tertentu, mereka sudah bisa memilih rumah sakit mana yang menjadi pilihannya,” ujarnya.


Pengembangan layanan unggulan tersebut juga menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya tarik rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Selaparang. Terlebih, rumah sakit yang berada di wilayah utara Lombok Timur itu diproyeksikan meningkatkan kapasitas pelayanan mulai 2027.


Aries mengatakan peningkatan kelas rumah sakit akan diikuti dengan penambahan sumber daya manusia, terutama tenaga dokter spesialis. Dengan semakin lengkapnya tenaga medis dan jenis layanan, diharapkan rujukan ke Rumah Sakit Selaparang juga semakin meningkat.


“Harapan kita rujukan ke rumah sakit semakin meningkat. Masyarakat yang ada di wilayah utara juga bisa memilih Rumah Sakit Selaparang sebagai tempat mendapatkan layanan kesehatan,” katanya.


Khusus Rumah Sakit Umum Daerah Selaparang, Dinas Kesehatan Lombok Timur saat ini masih memproses status rumah sakit tersebut. Setelah tahapan awal selesai, rumah sakit itu direncanakan ditingkatkan menjadi rumah sakit kelas D.


Peningkatan kelas tersebut akan membuat cakupan layanan yang diberikan menjadi lebih luas dan lengkap. Namun, konsekuensinya juga diperlukan pemenuhan sumber daya manusia dan fasilitas sesuai standar rumah sakit kelas D.


Salah satu kebutuhan utama adalah pemenuhan empat layanan spesialis dasar. Pemenuhan tenaga dokter spesialis tersebut kini terus diupayakan agar pelayanan di Rumah Sakit Selaparang dapat berjalan secara optimal.


“Dengan kelas D harus memiliki empat layanan spesialis dasar. Itu yang sedang kita coba laksanakan agar nantinya layanan di Rumah Sakit Selaparang betul-betul bisa dioptimalkan,” jelas Aries.


Ia menambahkan, pengembangan rumah sakit ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kelas, tetapi juga pada penguatan layanan yang menjadi kekhasan masing-masing rumah sakit.


Dengan demikian, keberadaan sejumlah rumah sakit di Lombok Timur diharapkan tidak sekadar menambah fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun sistem rujukan yang lebih terarah. Masyarakat pun nantinya memiliki alternatif rumah sakit sesuai kebutuhan layanan kesehatan yang diperlukan. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO