BerandaNTBLOMBOK BARATDisetujui, Penambahan Armada Damkar dan Reservoar di Lobar

Disetujui, Penambahan Armada Damkar dan Reservoar di Lobar

- Advertisement -

Giri Menang (Suara NTB) – DPRD Lombok Barat (Lobar) mendukung upaya Pemkab Lobar dalam memperkuat sistem mitigasi bencana kebakaran dan kekeringan di wilayah setempat. Dalam pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan 2026, Komisi III DPRD Lobar memberikan perhatian khusus terhadap pemenuhan fasilitas penanganan bencana kebakaran ini.

Idealnya, setiap kecamatan di Kabupaten Lobar setidaknya memiliki satu unit mobil pemadam kebakaran yang bersiaga. Namun, saat ini jumlah unit pemadam yang berada dalam kondisi laik operasional masih sangat terbatas. Guna mengatasi ketimpangan tersebut, Komisi III DPRD Lobar menyetujui pengajuan tambahan anggaran pengadaan armada baru dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Ketua Komisi III DPRD Lobar, Fauzi, menjelaskan bahwa persetujuan anggaran ini sangat krusial, mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau yang rawan memicu insiden kebakaran. “Dalam draf KUA-PPAS, Damkar kalau secara hitungan itu masih kekurangan armada untuk mobil pemadam kebakaran. Hari ini Damkar masih mempunyai kurang lebih yang sehat itu ada empat. Kami sudah anggarkan kemarin dalam anggaran 2025 dua unit, dan hari ini mereka meminta dianggarkan dua lagi, Komisi III sangat setuju. Jangan sampai masyarakat korban daripada telatnya armada begitu ada bencana,” tegasnya, Rabu (26/8/2026).

Pengadaan dua unit armada pemadam kebakaran baru untuk anggaran 2026 diperkirakan menelan biaya sekitar Rp2 miliar lebih, senilai dengan alokasi pengadaan pada tahun anggaran sebelumnya. Selain menyetujui penambahan armada, Komisi III DPRD Lobar memberikan catatan dan rekomendasi penting. Penambahan unit mobil pemadam dinilai tidak akan berjalan optimal tanpa didukung ketersediaan pasokan air baku yang memadai di titik-titik rawan.

Oleh karena itu, legislatif mendorong Damkar untuk menyusun rancangan program pembangunan tempat penampungan air atau reservoar di tiap kecamatan sasaran.

“Catatan kami, bukan hanya kami menyetujui anggaran dua armada yang ada di Damkar, tapi kami merekomendasikan agar penampungan air di masing-masing kecamatan tempat beroperasinya mobil pemadam ini diadakan. Semacam reservoar, dan kalaupun ada di Sekotong nanti dibuatkan sumur bor agar standby. Begitu ada musibah di Sekotong, Gunungsari, atau Narmada, tempat pengisian armada mobil Damkar ini sudah jelas ada,” ujar politisi PKB tersebut.

Ketersediaan titik pengisian air ini menjadi prioritas utama, khususnya di wilayah Lobar bagian selatan seperti Kecamatan Sekotong yang kerap mengalami kesulitan akses air bersih saat musim kemarau. Dewan menekankan bahwa armada canggih sekalipun tidak akan banyak membantu jika petugas kesulitan menemukan sumber air saat musibah terjadi. Estimasi biaya untuk pembangunan reservoar air di satu titik diperkirakan membutuhkan alokasi dana sekitar Rp200 juta.

Untuk perencanaan awal di tiga titik prioritas, total anggaran yang dibutuhkan berkisar antara Rp600 juta hingga Rp700 juta.Besaran angka tersebut dinilai sangat sepadan dengan dampak perlindungan yang diberikan bagi keselamatan warga.

Melalui sinergi penambahan unit pemadam dan penyediaan fasilitas reservoar air ini, Pemkab Lobar diharapkan memiliki kesiapsiagaan yang jauh lebih responsif dan tanggap dalam menangani potensi bencana kebakaran di masa mendatang. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO