Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa meraih prestasi juara III di ajang penganugerahan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek award) tahun 2026. Prestasi ini menjadi komitmen pemerintah untuk terus memberikan jaminan ketenagakerjaan kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen mendukung pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya dalam memperluas kepesertaan pekerja, meningkatkan perlindungan tenaga kerja,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo kepada wartawan, Rabu (26/8).
Prestasi tersebut lanjut Budi,dianggap aktif mendorong perlindungan bagi pekerja rentan dan pekerja sektor informal. Bahkan pemerintah juga telah menyiapkan berbagai kebijakan dan langkah strategis berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pekerja.
“Capain ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya Pemkab Sumbawa dalam menghadirkan perlindungan sosial ketenagakerjaan yang lebih luas, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja,” tambahnya.
Berdasarkan data hingga tahun 2026, pemerintah telah menanggung sekitar 63.000 pekerja rentan. Perlindungan pekerja rentan dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam melindungi masyarakat,sehingga mereka yang bekerja di sektor informal merasa aman saat bekerja baik itu sektor pertanian, nelayan dan buruh.
“Program ini menjadi penguat kita bersama bahwa keberpihakan terhadap perlindungan di sektor informal saat bekerja bisa terus kita tingkatkan beberapa tahun kedepan,” tambahnya.
Diakui,saat ini ketercakupan penerima layanan BPJS Ketenagakerjaan baru di angka 28,09 persen. Angka itu cukup rendah untuk mengejar target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di angka 90.000 orang.
“Memang ketercakupan kita masih sangat rendah belum menuju sedang. Jika kita jumlahkan baru sekitar 63.000 yang sudah terlayani BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Ia melanjutkan,Pemkab Sumbawa masih kekurangan sekitar 27.000 peserta. Tentu tantangan yang dihadapi saat ini keterbatasan anggaran. Bahkan untuk menuju kategori sedang dibutuhkan anggaran sekitar belasan miliar.
“Sekarang kita kan masih kategori rendah, untuk menuju sedang kita butuh anggaran belasan miliar di tengah kondisi keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah. Tetapi kami tetap berkomitmen untuk mengejar target UCJ tersebut,” ujarnya. (ils)


