Taliwang (Suara NTB) – Sebanyak 322 calon peserta program pelatihan mekanik dan operator alat berat yang dinyatakan lulus administrasi mulai mengikuti tahapan Tes Potensi Akademik (TPA) dan wawancara pada, Kamis (27/8).
Kepala UPTD BLK KSB, Randy Darmansyah mengatakan tes potensi akademik dan wawancara itu mulai dilaksanakan sejak 26 Agustus dan berlangsung hingga Kamis (27/8). Tahapan ini menjadi bagian dari proses seleksi untuk menentukan peserta yang akan mengikuti pelatihan.
Pada hari pertama, dari 322 peserta yang seharusnya mengikuti seleksi, hanya 145 orang yang hadir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 110 orang dinyatakan lulus, sedangkan 35 orang tidak lulus. Sementara itu, sebanyak 117 peserta tidak hadir.
“Yang tidak hadir pada hari pertama masih kami berikan kesempatan untuk mengikuti TPA dan wawancara hari ini,” kata Randy, Kamis (27/8).
Peserta yang diterima untuk mengikuti pelatihan hanya sebanyak 32 orang. Rinciannya, 16 peserta untuk kelas mekanik dan 16 peserta untuk kelas operator alat berat. Khusus kelas operator alat berat, kuota tersebut dibagi menjadi delapan peserta untuk operator forklift dan delapan peserta untuk operator loader.
Menurut Randy, proses seleksi belum berhenti setelah tes potensi akademik dan wawancara. Peserta yang memenuhi kriteria akan mengikuti pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU).
“Setelah wawancara, nanti akan masuk MCU. Dari proses itu akan dipilih 44 orang plus cadangan,” jelasnya.
Untuk masing-masing kelas akan disiapkan enam peserta sebagai cadangan. Selanjutnya, setelah seluruh tahapan selesai baru akan ditetapkan 32 peserta yang benar-benar mengikuti pelatihan.
Randy menuturkan pemeriksaan kesehatan dijadwalkan berlangsung tanggal 1-5 September2026. Setelah itu, peserta yang terpilih khususnya untuk kelas opeartor akan mulai masuk kelas paling lambat akhir September di Kampus UT Tractors Semarang. “Kalau yang kelas mekanik karena kelasnya di KSB, target kita mereka mulai masuk kelas di bulan Oktober atau awal November,” ujarnya. (bug)


