BerandaNTBLOMBOK BARATAPBD Diestimasi Naik Rp109 Miliar, Wabup Lobar Paparkan Target Pembangunan 2027

APBD Diestimasi Naik Rp109 Miliar, Wabup Lobar Paparkan Target Pembangunan 2027

- Advertisement -


Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Lobar, Senin (31/8). Pada rancangan KUA-PPAS tersebut, APBD Lobar diestimasi bertambah Rp100 miliar lebih dibanding APBD Perubahan tahun 2026.


Sesuai arah kebijakan pemerintah pusat dan provinsi, tema pembangunan pada APBD 2027 fokus pada pembangunan SDM masyarakat Lobar. Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Lobar, Lalu Ivan Indaryadi dihadiri Wakil Ketua dan anggota serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha menyampaikan bahwa dalam rancangan KUA-PPAS 2027, Pemkab Lobar memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp2,229 triliun.


Sementara itu, pemerintah memproyeksikan belanja daerah mencapai Rp2,324 triliun. Dengan komposisi tersebut, APBD 2027 mengalami defisit sekitar Rp95,30 miliar. Pemerintah akan menutup defisit tersebut melalui pembiayaan neto. Penerimaan pembiayaan diproyeksikan mencapai Rp100,30 miliar lebih. Sedangkan pengeluaran pembiayaan mencapai Rp5 miliar. Dengan skema tersebut, pemerintah memproyeksikan SiLPA tahun 2027 berada pada posisi nol.


Lebih lanjut dikatakan, rancangan KUA-PPAS menjadi instrumen untuk menerjemahkan arah pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah akan menghubungkan arah pembangunan dalam RKPD dengan alokasi fiskal. Pemerintah juga mengusung “optimalisasi kualitas sumber daya manusia” sebagai tema pembangunan 2027. Kebijakan tersebut akan diselaraskan dengan agenda pembangunan nasional dan Pemerintah Provinsi NTB.


“Penyusunan rancangan KUA dan PPAS 2027 merupakan instrumen strategis untuk pembangunan daerah,” ujar pimpinan daerah dari PKS tersebut.
Ia menyebut, pemerintah menetapkan beberapa arah kebijakan untuk mencapai target tersebut. Diantaranya adalah, pertama, pemerintah akan memperkuat program kesejahteraan masyarakat dari desa.


Kedua, pemerintah akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja. Lalu pemerintah juga akan mengembangkan ekonomi produktif dan mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur.Selain itu, pemerintah akan menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat kemandirian fiskal daerah.


Wabup juga memaparkan sejumlah target pembangunan daerah Lobar pada 2027. Pemkab Lobar menargetkan penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 2,70 persen pada tahun tersebut. Pemerintah juga menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga 75,09. Sementara itu, pemerintah menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 11,24 persen.
“Dengan seluruh target tersebut, kita ingin pertumbuhan ekonomi Lobar mencapai 5,94 persen di 2027,” kata UNA dalam rapat paripurna, Senin (31/8/2026).


Penyampaian ini baru menjadi pengantar rancangan KUA-PPAS 2027. Selanjutnya, pemerintah akan membahas dokumen tersebut bersama DPRD Lobar. Pemerintah berharap DPRD memberikan dukungan dalam proses pembahasan hingga mencapai kesepakatan. “Kami berharap mendapat dukungan dan kerja sama dari pimpinan dan anggota dewan,” ujarnya.


Kesepakatan KUA-PPAS nantinya menjadi dasar bagi penyusunan rancangan APBD Lobar 2027. Karena itu, pembahasan DPRD akan menentukan bagaimana target pembangunan tersebut diterjemahkan dalam belanja daerah. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO