PEMERINTAH Kelurahan Abian Tubuh Baru mencatat penurunan signifikan kasus stunting dalam dua tahun terakhir. Dari sekitar 140 anak yang sebelumnya terindikasi stunting, kini jumlahnya turun menjadi 15 anak.
Lurah Abian Tubuh Baru, Adi Indrapratama, mengatakan penurunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah kelurahan, kader Posyandu, tenaga kesehatan, masyarakat, hingga sektor swasta.
“Alhamdulillah, keberhasilan ini didukung penuh oleh 54 kader aktif yang tersebar di delapan lingkungan,” ujar Adi, Rabu (2/9).
Menurutnya, 54 kader tersebut berperan aktif dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat, termasuk memantau tumbuh kembang balita dan mendorong keluarga agar rutin mengikuti pelayanan kesehatan.
Program Posyandu di Kelurahan Abian Tubuh Baru tidak hanya melibatkan Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Kecamatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), serta organisasi kewanitaan juga turut mengambil peran dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.
Pemerintah kelurahan juga menggandeng sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Dukungan tersebut diberikan dalam berbagai bentuk, seperti penyediaan makanan tambahan (PMT), sarana penunjang, hingga voucher kebutuhan balita bagi warga.
Adi menjelaskan, pelayanan Posyandu di wilayahnya mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari balita, remaja, hingga lanjut usia (lansia). Khusus Posyandu remaja, jadwal pelayanan disesuaikan agar tidak berbenturan dengan jam sekolah.
Meski menunjukkan hasil positif, Adi mengakui masih terdapat kendala dalam pemenuhan sarana dan prasarana Posyandu. Sejumlah peralatan, seperti timbangan terstandar dan meja operasional, masih mengandalkan fasilitas pinjaman dari sekolah dasar (SD) maupun swadaya masyarakat.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi NTB maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram dapat menambah dukungan sarana dan prasarana Posyandu, terutama peralatan yang mudah dipindahkan, seperti meja lipat. Selain itu, diperlukan ruang publik khusus yang dapat digunakan untuk kegiatan Posyandu.
Adi menambahkan, keterbatasan fasilitas tidak menjadi hambatan bagi kader Posyandu untuk tetap turun memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun, dukungan sarana yang memadai akan semakin meningkatkan mobilitas dan efektivitas kader dalam memberikan pelayanan.
“Kami berharap dukungan sarana ini dapat semakin memperkuat pelayanan Posyandu sehingga target zero stunting di Kelurahan Abian Tubuh Baru dapat tercapai,” pungkasnya. (pan)


