BerandaNTBSUMBAWAPerpanjangan Landasan Pacu Bandara Sumbawa Batal

Perpanjangan Landasan Pacu Bandara Sumbawa Batal

- Advertisement -

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa memastikan tidak melanjutkan atau membatalkan penyusunan pra feasibility study  atau studi kelayakan terkait rencana perpanjangan runway (landasan pacu) Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin.

“Tidak jadi kita laksanakan penyusunan pra studi kelayakan. Setelah kita hitung-hitung lebih efisien dan efektif mengembangkan kerja sama dengan maskapai dibandingkan memperpanjang landasan pacu,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo kepada Suara NTB, Rabu (2/9).

Pertimbangan utama jika harus memperpanjang runway yakni anggaran yang tidak sedikit. Dikatakan, pembebasan lahan dan 200 unit rumah dibutuhkan anggaran Rp200 miliar lebih. Kebutuhan anggaran ini belum termasuk biaya pembangunan landasan bandara.

“Anggaran Rp200 miliar itu belum termasuk pembangunan, kalau kita hitung secara keseluruhan kebutuhan anggarannya bisa mencapai triliunan di tengah fiskal daerah yang terbatas,” terangnya.

Pemerintah daerah saat ini terus menjajaki kerja sama dengan beberapa maskapai penerbangan seperti Sriwijaya Air dan TransNusa. Kedua maskapai ini telah memberikan lampu hijau ke daerah dan tinggal menunggu informasi lebih lanjut.

“Jadi solusi terbaiknya kita lebih fokus mengembangkan kerja sama. Apalagi sekarang ada pesawat jet yang dioperasikan maskapai Trans Nusa yang bisa mendarat di landasan pacu sepanjang 1.800 meter,” ucapnya.

Pesawat dengan jenis jet regional berbadan sempit tersebut,memiliki kapasitas kursi sekitar 95 penumpang. Tentu dengan ukuran yang kecil dan daya angkut yang cukup besar dianggap sangat cocok untuk dioperasikan di Bandara Sumbawa dengan landasan pacu sepanjang 1.800 meter.

Pemerintah daerah juga masih menunggu proposal yang diajukan oleh dua maskapai tersebut. Meskipun ada permintaan subsidi dari maskapai, maka pemerintah sudah menyiapkan langkah taktis untuk membuka peluang investasi.

“Biasanya pasti ada subsidi yang diminta oleh maskapai, kami juga sudah menyiapkan pola antisipasi dengan berkoordinasi dengan sejumlah perbankan dan perusahaan swasta untuk bisa membantu memberikan subsidi kursi,” jelasnya.

Ia berharap dengan banyaknya sarana transportasi terutama pesawat besar berdampak terhadap sektor pariwisata di Sumbawa, karena aksesnya sudah semakin mudah. Pihaknya menyadari bahwa selama ini Sumbawa masih terkendala akses transportasi, sehingga wisatawan harus menghabiskan waktu di perjalanan sebelum mencapai lokasi tujuan.

“Kami masih melakukan kajian secara mendalam terkait rencana itu,sehingga dalam pelaksanaan nantinya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” demikian kata dia. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO