BerandaNTBUnizar Gelar Wisuda Ke-79, Sampaikan Pesan yang Lebih Penting dari Sekadar Gelar

Unizar Gelar Wisuda Ke-79, Sampaikan Pesan yang Lebih Penting dari Sekadar Gelar

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) — Sebanyak 129 wisudawan dan wisudawati Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram resmi menyelesaikan pendidikan tinggi dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Unizar Ke-79 di Ballroom Bonang Hotel Prime Plaza Mataram, Kamis (3/9/2026).

Wisuda ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk memasuki fase baru kehidupan. Tak hanya membawa gelar akademik, mereka juga dituntut mampu mengimplementasikan ilmu, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sebanyak 129 lulusan tersebut berasal dari Program Studi Teknik Sipil, Ilmu Komputer, Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, Agribisnis, Ilmu Hukum, Biologi, dan Pendidikan Dokter. Dari jumlah tersebut, 42 wisudawan dan wisudawati meraih predikat cumlaude.

Para peraih cumlaude dari masing-masing fakultas juga memperoleh apresiasi berupa reward dari Bank BPR Abdi Warga Mulia, Bank Dinar Ashri, Bank BNI, dan Bank Mandiri.

Rapat Senat Terbuka Wisuda Ke-79 dibuka oleh Ketua Senat Akademik Unizar, Dr. Drs. H. Sahar, SH., MM. Prosesi tersebut dihadiri Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali-NTB, Ketua Pembina Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar, Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar beserta istri, Rektor Unizar, para Wakil Rektor, para Dekan, pejabat struktural, serta tamu undangan.

Rektor Unizar: Gelar Sarjana Adalah Amanah

Rektor Unizar Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP dalam pidatonya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Hari ini adalah tonggak sejarah penting dalam perjalanan hidup kalian. Gelar sarjana yang kini resmi melekat di belakang nama kalian bukanlah sekadar pengakuan akademik, melainkan sebuah amanah moral dan intelektual,” ujarnya.

Rektor Unizar, Muh. Ansyar (Suara NTB/ist)

Menurut Rektor, alumni Unizar tidak hanya dibekali keilmuan akademik, tetapi juga fondasi etika dan nilai-nilai Rahmatan lil ‘Alamin. Bekal tersebut menjadi penting ketika lulusan menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat.

“Di era globalisasi yang terus berubah dinamis menuju Indonesia Emas 2045, tantangan yang akan kalian hadapi di luar sana tidaklah ringan. Namun, saya percaya, karakter dan kompetensi yang telah ditempa di Unizar akan menjadikan kalian sosok pencipta solusi, bukan sekadar penonton perubahan,” tegasnya.

Ia mengingatkan, gelar yang diperoleh para wisudawan merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi yang telah dicapai sekaligus membawa tanggung jawab untuk memberikan sumbangsih lebih besar kepada masyarakat dan bangsa Indonesia.

Wisudawan Terbaik: Indonesia Butuh Orang Berintegritas

Pesan tentang integritas juga mengemuka dari Dinka Paziro Adipama, SH, perwakilan wisuda terbaik. Ia mengaku pencapaiannya bukan karena merasa paling pintar, melainkan karena terus bekerja keras dan tidak menyerah menghadapi kegagalan.

Dinka juga menitipkan pesan khusus kepada para lulusan, terutama mereka yang kelak berkarier di bidang hukum sebagai hakim, jaksa, polisi, advokat, maupun profesi lainnya.

“Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi masih kekurangan orang jujur. Karena itu, integritas harus menjadi yang utama,” pesannya.

Sementara itu, perwakilan wisudawan inspiratif Helda Nia Agustina, SE menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang tidak hanya memberikan teori dan pengetahuan, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para dosen atas berbagai kesalahan selama menjalani proses perkuliahan.

IKA Unizar Ajak Alumni Terus Berkontribusi

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unizar H. Lendek Jayadi, SE., MM mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.

Ia mengingatkan bahwa gelar sarjana bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari perjalanan pengabdian di tengah masyarakat.

Wisuda Ke-79 Unizar dan Pesan yang Lebih Penting dari Sekadar Gelar
Suasana Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-79 Unizar, di Ballroom Bonang Hotel Prime Plaza, Mataram, pada Kamis (3/9/2026). (Suara NTB/ist)

“Jagalah integritas dan akhlak dalam setiap langkah kalian. Teruslah belajar sepanjang hayat dan kembangkan diri agar senantiasa mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” pesannya.

Ia juga mengajak alumni menjaga nama baik almamater dan menjadikan IKA Unizar sebagai rumah besar untuk membangun kolaborasi, relasi, serta aksi nyata bagi kemajuan bangsa dan kemaslahatan masyarakat.

Tiga Pesan Yayasan untuk Alumni Unizar

Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar Dr. Ir. H. Nanang Samodra KA., M.Sc., menyampaikan tiga pesan penting kepada para wisudawan.

Pertama, menjaga nama baik almamater di mana pun berada dan menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Kedua, tidak pernah berhenti berjuang. Para alumni diminta menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, berani menghadapi tantangan, dan tidak mudah menyerah.

Ketiga, meningkatkan ilmu dengan akhlak. Ilmu pengetahuan harus berjalan bersama iman, etika, dan tanggung jawab agar memberikan manfaat bagi sesama.

LLDikti: Hard Skills Harus Diperkuat Soft Skills

Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali-NTB, Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, ST., MT menegaskan bahwa keberhasilan lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan penguasaan hard skills.

Para lulusan juga membutuhkan soft skills, seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, memimpin, dan menyelesaikan persoalan secara bertanggung jawab.

Di atas seluruh kompetensi tersebut, menurutnya, etika dan integritas harus menjadi fondasi utama.

Lulusan Unizar diharapkan tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas dan profesional, tetapi juga jujur, bertanggung jawab, konsisten, serta dapat dipercaya.

Dengan bekal keilmuan, karakter, dan integritas tersebut, 129 lulusan Wisuda Ke-79 Unizar diharapkan mampu melangkah ke dunia profesional sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan almamater tercinta. (ron/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO