Giri Menang (Suara NTB) – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat (Lobar), Hj. Nurul Adha yang akrab disapa Umi Nurul, resmi melantik Saeful Ahkam sebagai Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) di Ruang Senggigi Kantor Bupati Lobar, Senin (7/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wabup menjelaskan alasan memilih Asisten I sebagai Pj Sekda Lobar. Menurutnya, keputusan tersebut diambil salah satunya untuk menjaga independensi serta menghindari potensi konflik kepentingan dalam proses seleksi terbuka calon Sekda definitif.
Menurutnya, terdapat sejumlah nama yang secara kapasitas dinilai memiliki kemampuan untuk mengikuti proses seleksi terbuka sekda. Namun untuk menjaga proses tetap objektif, dirinya bersama Asisten I telah bersepakat agar yang bersangkutan tidak mengikuti seleksi tersebut.
“Kenapa saya memilih beliau. Karena sebagai Asisten I, saya sudah bersepakat dengan beliau untuk tidak mengikuti seleksi terbuka calon Sekda. Ini kata kuncinya,” jelasnya.
Keputusan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga diri dan menjaga proses pemerintahan dari potensi konflik kepentingan.
“Beliau juga tidak mau mengikuti itu untuk menjaga diri, menjaga saya, tidak ada kepentingan, tidak ada Conflict of Interest. Sehingga nanti siapapun yang terpilih dapat bekerja dengan lurus,” katanya. Sebagai jenderal aparatur sipil negara (ASN) di Lobar, Saeful Ahkam kini dihadapkan pada rapor merah ekspektasi publik.
Masa transisi menuntut Pj. Sekda baru untuk bergerak cepat tanpa masa orientasi, mengembalikan kepercayaan publik dimana mengakomodasi kebutuhan nyata masyarakat yang mendesak setelah rentetan persoalan daerah.
Menjaga netralitas dan soliditas Birokrasi, memastikan roda pemerintahan tetap stabil, bersih, dan bebas dari konflik kepentingan di masa transisi, dan menggenjot serapan anggaran dan program kerja demi peningkatan kesejahteraan yang langsung dirasakan warga.
Pelantikan Pj Sekda ini juga menjadi bagian peringatan bagi seluruh jajaran Pemkab Lobar. Jika Pj Sekda yang baru gagal menunjukkan perubahan signifikan dalam waktu dekat, masa transisi ini justru berisiko memperpanjang stagnasi pembangunan daerah.
Momentum ini juga menjadi ujian bagi komitmen pemerintah daerah, di mana saat ini tengah menjadi sorotan publik atas berbagai persoalan yang belum tuntas. Untuk itu, Umi Nurul mengingatkan bahwa jabatan yang diemban Saeful Ahkam adalah amanah besar dengan tanggung jawab yang jauh lebih berat.
Kondisi Lobar saat ini berada dalam masa transisi krusial, di mana masyarakat tidak lagi butuh janji politik atau jargon birokrasi, melainkan pembuktian dan kerja nyata.
“Pelantikan dan pemberian jabatan ini kita anggap sesuatu yang biasa. Tetapi yang terakhir adalah amanah dan tanggung jawabnya. Karena itu saya meminta kepada Pj Sekda supaya bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Umi Nurul. (her)



