BerandaNTBTetap Jaga Kebersihan Lingkungan, Pemprov Pastikan Belum Ada Peningkatan Kasus DBD

Tetap Jaga Kebersihan Lingkungan, Pemprov Pastikan Belum Ada Peningkatan Kasus DBD

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan hingga saat ini belum terdapat peningkatan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), meski mulai terasa adanya peningkatan nyamuk yang terjadi akhir-akhir ini.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri, menjelaskan perubahan musim yang fluktuatif, dari musim hujan kemudian panas, menjadi salah satu kondisi yang perlu diantisipasi. Risiko dari aspek lingkungan juga tetap ada, sehingga masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan.

“Jadi kita intinya ikut regulasi yang ada. Yang jelas, terakhir kami pantau tidak ada peningkatan kasus yang signifikan dari laporan mingguan. Karena kita terus pantau di SKDR kita, jika terjadi kasus yang tinggi sekali, kita sudah aware di situ, di surveillance-nya,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi saat ini masih terkendali. Pemantauan tetap dilakukan dengan menggunakan sistem kewaspadaan dini dan respons (SKDR) setiap di minggunya. Berdasarkan data terakhir, tercatat 1.116 kasus DBD hingga Juli 2026. Jumlah tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan kasus dua tahun kasus yang mencapai 3.780 kasus pada 2024 dan 3.643 kasus sepanjang 2025.

Untuk mengantisipasi munculnya tempat berkembang biak nyamuk, masyarakat diingatkan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan menghindari adanya genangan air.

“Yang antisipasi tentunya yang terpenting adalah buatkan data yang penting. Kemudian PHBS tidak lupa ya, lingkungannya harus bersih paling minimal,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menghindari genangan-genangan air maupun tempat yang dapat menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk. Upaya pencegahan juga dilakukan melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras dan mengelola tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk serta melakukan langkah pencegahan lainnya.

Kendati kasus DBD belum mengalami peningkatan signifikan. Mantan Direktur RSUD NTB itu mengaku rutin melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan kasus.“Sampai saat ini kita belum ada peningkatan signifikan kasusnya. Kita pantau terus setiap minggu,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Tren kasus DBD di NTB mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, NTB mencatat 4.720 kasus, kemudian turun menjadi 2.696 kasus pada 2021. Jumlah kasus kembali naik menjadi 3.080 kasus pada 2022 dan 3.458 kasus pada 2023. Angka tersebut mencapai 3.780 kasus pada 2024 sebelum turun menjadi 3.643 kasus pada 2025. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO