BerandaNTBLOMBOK BARATDilanda Krisis Air, Warga di Lingkar Kawasan Pariwisata Batulayar Butuh Sumur Bor

Dilanda Krisis Air, Warga di Lingkar Kawasan Pariwisata Batulayar Butuh Sumur Bor

Giri Menang (Suara NTB) – 4.000 penduduk di kawasan pariwisata Batulayar Lombok Barat (Lobar) dilanda krisis air dampak kekeringan selama bulan kemarau. Untuk memasok air bersih bagi ribuan penduduk itu tersebar di tiga desa inipun dilakukan melalui pendistribusian kepolisian, BUMD dan lembaga terkait. Warga sangat berharap penanganan dilakukan jangka panjang agar persoalan ini tidak berulang tiap tahunnya.


Camat Batulayar H. M. Subayyin Fikri mengatakan bahwa tujuh hingga delapan dusun di tiga desa Kecamatan Batulayar yang mengalami kekeringan. “Total jiwanya (terdampak kekeringan) 4 ribu lebih. Ini kita bicara masyarakat (terdampak) belum pelaku usaha,” sebut Subayyin, Kamis (10/9/2026).


Penanganan jangka pendek pun sudah dilakukan pihaknya untuk memenuhi kebutuhan air warga. Untuk penanganan jangka pendek berupa pengiriman air ke warga, Pihaknya berkoordinasi dengan beberapa pihak, seperti BPBD, BWS, PMI, PDAM dan Polri.


“Itu jangka pendek, tapi jangka panjang tetap kami meminta (dibangunkan) sumur bor untuk bisa menjamin kebutuhan air, karena air ini kebutuhan dasar. Orang tanpa air ndak bisa hidup,” ungkapnya.


Sejauh ini beberapa sumur bor sudah dibangun di daerah itu, seperti di Dusun Duduk, Desa Batulayar Barat sudah bisa naik airnya ke rumah warga. Walaupun diakui, belum bisa tersalurkan ke seluruh KK yang perlu disambung. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan anggota DPRD NTB dapil Lobar – KLU Hasbullah Muis untuk membantu penanganan kekurangan pipanisasi ke rumah penduduk. “Insyaallah beliau mau bantu pipanisasi yang kekurangannya,”imbuhnya.


Sedangkan di Desa Batulayar termasuk Desa Persiapan Penanggak terdapat empat dusun yang terdampak, di antaranya Paok Lombok, Penanggak Timur, Penanggak Barat, dan Dusun Apit Aik sedang dalam proses pengeboran SPAM. Tetapi pengerjaannya belum selesai, sehingga warga belum bisa dilayani air dari SPAM tersebut.


“Belum selesai, harapan kalau itu selesai bisa mengcover kebutuhan air yang ada di empat dusun itu, bahkan lima dusun, termasuk Dusun Buntut Boyot yang masuk Desa Bengkaung masih bisa dijangkau,” imbuhnya.


Penanganan jangka pendek juga dilakukan pihaknya dengan menyiapkan sumur bor di kantor kecamatan. Tetapi kondisinya masih dangkal. Sehingga ketika kebutuhan bersamaan, ketika warga butuh mengambil air dan penanganan kebakaran, akhirnya terkendala. Untuk itu pihaknya berharap sumur bor ditambah. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO