BerandaNTBSUMBAWARevisi Anggaran Pembangunan Pasar Induk Sumer Payung

Revisi Anggaran Pembangunan Pasar Induk Sumer Payung

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa merevisi kebutuhan anggaran pembangunan Pasar Induk Sumer Payung. Berdasarkan hasil studi kelayakan kebutuhan anggaran sebelumnya sekitar Rp268,9 miliar menjadi Rp90 miliar.

“Kita review kebutuhan anggaran itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi fiskal negara. Hal itu juga menjadi arahan pimpinan daerah,agar tidak berat dalam mewujudkan rencana tersebut,” kata Kepala Dinas KUKMindag Kabupaten Sumbawa, E. S. Adi Nusantara dikonfirmasi pada, Jumat (11/9).

Adi melanjutkan,petunjuk dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI tidak diperbolehkan adanya pembangunan pasar multi store  atau bertingkat. Berdasarkan hasil evaluasi secara nasional semua pasar yang berlantai dua dianggap sangat tidak efektif.

Pihaknya berkomitmen merealisasikan pembangunan Pasar Induk Sumer Payung, karena pasar induk ini direncanakan sebagai pusat distribusi sebelum beredar ke masyarakat. Selain itu, diharapkan bisa memutus rantai pasokan yang sangat panjang.

“Selama ini alur distribusi dari produsen ke konsumen sangat panjang, sehingga kita inisiasi untuk memangkas rantai tersebut dengan adanya pasar induk,” ucapnya.

Selain melakukan revisi anggaran lanjut Adi, pihaknya juga perlu melakukan revisi dokumen perencanaan. Perubahan ini menindaklanjuti dokumen lingkungan yang telah tersusun sebelumnya. Review tersebut dilakukan karena izin lingkungan yang telah disusun sebelumnya kadaluwarsa.

Dikatakan, berdasarkan hasil studi kelayakan sebelumnya total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan pasar induk mencapai Rp268,9 miliar. Dengan rincian untuk konstruksi pasar induk sekitar Rp146,5 miliar berupa gedung utama. Selanjutnya, kebutuhan anggaran mencapai Rp90 miliar untuk pembangunan kios permanen sejumlah 700 unit. Biaya pembangunan los pasar senilai Rp3,85 miliar dan infrastruktur logistik sekitar Rp 43 miliar.

“Fasilitas publik dan utilitas juga membutuhkan anggaran sekitar Rp55 miliar serta kontijensi termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) Rp4,4 miliar,” jelasnya.

Pembangunan pasar induk bertujuan memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Pemkab Sumbawa tidak hanya membangun pasar, tetapi pergudangan yang bisa disewakan pengusaha.

“Pasar yang akan kita bangun ini memiliki dua fungsi yakni pasar pada hakikatnya dan gudang,sehingga pendapatan daerah bisa meningkat dari sektor penyewaan gudang,” ujarnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO