BerandaBIMASatu Orang Meninggal, 312 Kasus Gigitan Hewan Rabies

Satu Orang Meninggal, 312 Kasus Gigitan Hewan Rabies

Bima (Suara NTB) – Sebanyak 312 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) tercatat di Kabupaten Bima sejak Januari-September 2026. Dari ratusan kasus tersebut, satu korban meninggal dunia setelah dinyatakan positif rabies.

Korban meninggal merupakan perempuan berusia 48 tahun asal Desa Sambane, Kecamatan Langgudu. Korban diketahui terkena gigitan anjing liar sebelum akhirnya dinyatakan positif rabies.

Kasus gigitan hewan penular rabies tersebut, tersebar di sejumlah wilayah. Kasus terbanyak tercatat di Kecamatan Donggo, Soromandi, Sanggar dan Tambora.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, H. Zainal Arifin, S.T., M.T., menjelaskan, sejumlah 312 kasus gigitan hewan penular rabies ditemukan sejak bulan Januari-September. Satu orang meninggal dunia setelah dinyatakan positif rabies.

Penanganan penyakit menular ini dilakukan bersama lintas instansi, terutama melalui pencegahan pada hewan dan penanganan korban gigitan. “Kami berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanganan rabies melalui pencegahan pada hewan dan penanggulangan kasus gigitan serta darurat kesehatan masyarakat,” katanya, Jumat (11/9).

Pencegahan dilakukan melalui vaksinasi. Vaksinasi lanjut Zainal, menyasar hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kera. Selain itu, pihaknya juga melakukan edukasi kepada masyarakat serta pengawasan terhadap populasi HPR. Pelayanan vaksinasi rabies bagi hewan juga diberikan secara gratis melalui layanan keliling maupun pelayan di kantor. “Kami memberikan pelayanan vaksinasi gratis baik secara keliling maupun stasioner di kantor,” ujarnya.

Sementara itu, penanganan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bima, fokus pada koordinasi penanganan darurat dan pencatatan kasus gigitan hewan pembawa rabies. BPBD juga mengoordinasikan Tim Reaksi Cepat bersama instansi kesehatan untuk mendukung distribusi Vaksin Anti Rabies (VAR) bagi warga yang menjadi korban gigitan.

Penanganan juga disertai peringatan dini dan sosialisasi mitigasi risiko zoonosis, terutama di wilayah yang memiliki kasus gigitan relatif tinggi. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO