Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa, mencatat empat kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi dalam sehari. Hal ini terjadi akibat cuaca ekstrem.
“Potensi kebakaran lahan akhir-akhir cukup tinggi karena cuacanya sangat panas. Hari ini saja ada empat kasus kebakaran lahan yang berdekatan dengan pemukiman penduduk,” kata Kabid Pemadam dan Penyelamatan Disdamkarmat Kabupaten Sumbawa, Syahruddin Fachri kepada Suara NTB, Minggu (13/9).
Ia menyebutkan, lahan yang terbakar tersebut rata-rata memiliki luas sekitar 0,5-15 hektar dan berdekatan dengan pemukiman masyarakat. Bahkan kejadian kebakaran lahan yang terjadi di Simpang Boak mencapai sekitar 15 hektar. Proses pemadaman dilakukan dengan mengerahkan tiga unit Fire Jeff . “Data hingga bulan Agustus sudah ada 80 kasus kebakaran lahan. Hasil pengecekan diduga lahan tersebut sengaja dibakar untuk penanaman komoditas jagung jelang musim hujan mendatang,” ucapnya.
Terkait adanya masyarakat yang sengaja membakar lahan, pihaknya meminta ke masyarakat untuk memantau ketika ada lahan yang dibakar,sehingga api tidak melebar ke lokasi lainnya terutama wilayah yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, kalaupun terpaksa dibakar harus tetap dipantau dan diawasi agar tidak melebar ke pemukiman masyarakat,” ujarnya.
Penanganan yang dilakukan hanya untuk meminimalisir kebakaran yang meluas ke permukiman masyarakat. Bahkan untuk kegiatan operasi, pihaknya memastikan armada mobil tanki yang ada saat ini bisa digunakan untuk melakukan upaya pemadaman.
“Armada kita saat ini di Mako ada 3 unit dan satu unit mobil tanki. Ketika ada kejadian, mobil ini sudah siap beroperasinya ke wilayah yang membutuhkan bantuan,” tukasnya. (ils)



