BerandaNTBKOTA BIMAWali Kota Ingatkan Bahaya Hoaks

Wali Kota Ingatkan Bahaya Hoaks

Kota Bima (Suara NTB) – Wali Kota Bima H. A. Rahman mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membagikan informasi di media sosial. Informasi yang keliru dan tidak terverifikasi dapat merugikan orang lain, keluarga, maupun instansi.

Rahman meminta masyarakat membiasakan diri memeriksa kebenaran dan sumber informasi sebelum membagikannya. Sikap kritis diperlukan agar masyarakat tidak ikut menjadi bagian dari penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

“Tidak semua informasi di internet benar, tidak semua konten layak dipercaya, dan tidak semua yang viral berarti benar,” tegas Rahman, Sabtu (12/9).

Menurut Rahman, perkembangan teknologi telah membuat masyarakat semakin mudah memperoleh sekaligus menyebarkan informasi. Dalam hitungan detik, sebuah informasi dapat dibuat, dibagikan, dan diteruskan kepada banyak orang tanpa terlebih dahulu dipastikan kebenarannya.

Kondisi tersebut, kata dia, menuntut masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Kemampuan menggunakan teknologi tidak cukup jika tidak disertai kemampuan memilah informasi dan mempertimbangkan dampak yang dibagikan.

“Bijak menggunakan teknologi bukan hanya soal mampu menggunakan media sosial, tetapi juga mampu memilah informasi, menjaga etika dan bertanggung jawab atas apa yang kita sebarkan,” katanya.

Rahman juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga etika ketika berkomunikasi di ruang digital. Komentar, unggahan, maupun informasi yang dibagikan merupakan bagian dari jejak digital yang dapat berdampak terhadap orang lain.

Karena itu, penggunaan media sosial tidak semestinya hanya didasarkan pada kecepatan merespons sebuah informasi. Masyarakat perlu memastikan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya sebelum ikut menyebarkannya.

Risiko ruang digital juga tidak berhenti pada penyebaran informasi palsu. Rahman mengingatkan masyarakat agar mewaspadai ujaran kebencian, penipuan digital, dan perundungan siber yang dapat muncul dari aktivitas di media sosial.

Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan berpikir sebelum bertindak di ruang digital. Masyarakat harus mampu menempatkan teknologi sebagai sarana yang memberikan manfaat, bukan menjadi sumber persoalan bagi orang lain. “Jangan sampai jempol kita lebih cepat daripada pikiran kita,” pesannya.

Rahman berharap perkembangan teknologi dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif. Generasi muda dapat menggunakan internet untuk belajar dan berkarya. Sedangkan pelaku UMKM dapat memanfaatkannya untuk memperluas pemasaran produk.

Pemanfaatan teknologi juga didorong dalam pelayanan pemerintahan. Digitalisasi diharapkan dapat membantu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO