BerandaNTBKOTA MATARAMJangan Naikkan Harga Berlebihan

Jangan Naikkan Harga Berlebihan

DPRD Kota Mataram mengingatkan pengelola hotel agar tidak menaikkan tarif kamar secara berlebihan menjelang pelaksanaan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika. Kenaikan harga yang tidak terkendali dinilai dapat membuat wisatawan enggan berkunjung dan justru berdampak terhadap sektor pariwisata serta pendapatan daerah.

Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Hj. Baiq Mirdiati, mengatakan tingkat okupansi hotel saat ini belum menunjukkan lonjakan signifikan. Namun, kondisi tersebut berpotensi berubah ketika pelaksanaan MotoGP semakin dekat.

Seperti diketahui, saat ini tingkat keterisian hotel baru sekitar 50 persen. Karena itu, diperlukan langkah antisipasi dari pemerintah bersama pihak terkait agar kenaikan tarif penginapan tetap dalam batas kewajaran.

“Kalau sekarang masih belum kelihatan karena ini baru awal. Mungkin di pertengahan atau mendekati MotoGP baru akan terlihat,” ujarnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (14/9).

Mirdiati menilai pengalaman wisatawan pada pelaksanaan event sebelumnya perlu menjadi perhatian. Kenaikan tarif hotel yang terlalu tinggi ketika terjadi lonjakan permintaan dikhawatirkan membuat wisatawan mencari alternatif penginapan lain, termasuk kos-kosan yang kini banyak menawarkan fasilitas menyerupai hotel.

Ia meminta pemerintah dan dinas terkait aktif berkomunikasi dengan para pengelola hotel untuk mengantisipasi kenaikan tarif yang tidak wajar. Menurutnya, kenaikan harga masih dapat dilakukan, tetapi sebaiknya dalam batas yang rasional dan tidak memberatkan wisatawan.

“Kalau bisa harga tetap seperti biasa. Kalau memang naik, sedikit saja, jangan sampai melampaui batas,” katanya.

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, MotoGP seharusnya tidak hanya dilihat sebagai momentum sesaat, tetapi menjadi bagian dari upaya menarik wisatawan secara berkelanjutan. Sebab, selain MotoGP, berbagai event lainnya juga berpotensi digelar di wilayah NTB dan dapat memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

Ia khawatir jika wisatawan mendapatkan pengalaman buruk akibat tarif hotel yang melonjak drastis, mereka tidak akan kembali pada event berikutnya. “Jangan baru ada event sekarang, harga dinaikkan sampai ratusan persen. Ini yang menakutkan wisatawan untuk datang kembali,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong pemerintah mulai melakukan sosialisasi dan mengingatkan pengelola hotel sejak dini. Dengan tarif yang wajar dan pelayanan yang baik, diharapkan wisatawan tetap tertarik menginap di Mataram sehingga geliat ekonomi dan penerimaan daerah dapat terus meningkat. (fit)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO