Dompu (Suara NTB) – Sejumlah 14 desa dan kelurahan di Kabupaten Dompu, lolos dalam program Desa Berdaya Tematik yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB. Program ini diarahkan untuk memperkuat potensi dan daya saing wilayah sesuai karakteristik masing-masing desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Dompu, Arif Hidayatullah, SE., MM., mengatakan, sejumlah 14 desa dan kelurahan tersebut terdiri dari dua kelurahan dan 12 desa.
“Kalau dua desa yang lebih awal mendapat program Desa Berdaya yaitu Desa Soritatangan,Kecamatan Pekat dan Desa Sanoe,Kecamatan Woja sebagai desa transformatif. Sementara,14 desa dan kelurahan yang baru programnya tematik,” ungkap Arif kepada Suara NTB, Senin (14/9).
Menurutnya, desa berdaya transformatif difokuskan pada pembangunan kemandirian keluarga dengan sasaran utama desa yang masuk kategori miskin ekstrem. Program ini diharapkan dapat membantu keluarga di kantong-kantong kemiskinan ekstrem,agar mampu meningkatkan kesejahteraan dan keluar dari garis kemiskinan ekstrem.
Sedangkan, program desa berdaya tematik lebih diarahkan untuk memperkuat daya saing wilayah melalui pengembangan potensi yang dimiliki masing-masing desa. Program ini memiliki sekitar 20 kategori tema spesifik, di antaranya desa bebas stunting, desa hijau, desa mandiri pangan, desa wisata maju, desa inklusi, desa ekspor dan desa belajar.
“Fokusnya pada pengembangan wilayah dan penguatan daya saing desa sesuai potensi yang dimiliki,” jelasnya.
Adapun dua kelurahan yang masuk program desa berdaya tematik yakni Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja dan Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu.
Sementara, sejumlah 12 desa yang masuk program tersebut masing-masing Desa Karamabura, Desa Mangge Nae dan Desa Mbawi di Kecamatan Dompu; Desa Nowa dan Desa Bakajaya di Kecamatan Woja; Desa Soro Barat dan Desa Kempo di Kecamatan Kempo; Desa Lune di Kecamatan Pajo; Desa Cempi Jaya di Kecamatan Hu’u; serta Desa Pekat, Desa Doro Peti dan Desa Tambora di Kecamatan Pekat.
Arif mengatakan, pelaksanaan program di sejumlah desa mulai berjalan. Salah satunya Desa Karamabura yang telah lebih dahulu menjalankan program desa berdaya tematik. “Desa Karamabura bahkan sedang berjalan programnya,” ungkapnya. (ula)



