Selong (Suara NTB) – Menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJamsostek merupakan salah satu bentuk investasi untuk masa depan pekerja.
Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang BPJamsostek Lombok Timur, Muhammad Yohan Firmansyah.
Yohan kepada Suara NTB, Senin (14/9/2026) mengatakan, pihaknya terus mendorong edukasi kepada masyarakat pekerja agar semakin memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Pada prinsipnya, kami sebagai pelaksana program memastikan seluruh manfaat ter-deliver dengan baik. Semakin banyak masyarakat memahami manfaat program secara mandiri, maka semakin mudah mereka memanfaatkan program jaminan sosial ketenagakerjaan,” jelasnya.
Menurut Yohan, masih terdapat pemahaman di tengah masyarakat yang menganggap kepesertaan BPJamsostek semata-mata sebagai kewajiban membayar iuran. Padahal, kepesertaan tersebut merupakan bentuk investasi perlindungan bagi pekerja dan keluarganya.
“Ini bukan sekadar bentuk iuran, tetapi merupakan program investasi yang mengedepankan asas manfaat. Manfaat yang diterima peserta jauh lebih besar dibandingkan iuran yang dibayarkan,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pekerja untuk bersama-sama mengawal dan memanfaatkan program BPJamsostek.
Di Kabupaten Lombok Timur, jumlah masyarakat pekerja yang telah menjadi peserta BPJamsostek saat ini mencapai sekitar 194.000 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan sebelumnya.
Yohan menyebut, sekitar satu tahun delapan bulan sebelumnya, jumlah peserta BPJamsostek di Lombok Timur masih berada di kisaran 120.000 orang. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.
“Dulu jumlah peserta hanya di posisi 120.000. Kemudian seiring berjalannya waktu, dalam satu tahun delapan bulan mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” katanya.
Menurutnya, peningkatan kepesertaan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi dan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga sejumlah simpul kepatuhan, edukasi, sosialisasi, serta upaya memperluas perlindungan bagi pekerja.
“Tidak terlepas dari simpul-simpul kepatuhan, simpul-simpul edukasi, simpul-simpul syiar, dan simpul-simpul untuk penambahan perlindungan dari pimpinan daerah,” ungkapnya.
Atas upaya tersebut, Kabupaten Lombok Timur juga meraih penghargaan Paritrana Award atau penghargaan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan peringkat pertama di tingkat Nusa Tenggara Barat (NTB).
Capaian tersebut dinilai menjadi dorongan bagi BPJamsostek bersama pemerintah daerah untuk terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Meski jumlah peserta telah mencapai 194.000 pekerja, Yohan mengakui cakupan kepesertaan masih perlu terus ditingkatkan mengingat jumlah angkatan kerja di Lombok Timur masih jauh lebih besar. (rus)



