BerandaADVERTORIALAkademisi Unram Dorong Kemandirian Energi dan Efisiensi Nelayan Dusun Cemare Berbasis Energi...

Akademisi Unram Dorong Kemandirian Energi dan Efisiensi Nelayan Dusun Cemare Berbasis Energi Terbarukan

Giri Menang (suarantb.com) Kawasan pesisir Dusun Cemare di Desa Lembar Selatan, Lombok Barat (Lobar) menyimpan potensi ekonomi laut dan pariwisata yang kaya. Namun, mayoritas nelayan tradisional di wilayah ini masih menghadapi tantangan teknis dan efisiensi energi yang signifikan. Selama melakukan aktivitas melaut pada malam hari, nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan ‘Obor Kehidupan’ mengandalkan baterai atau aki (accu) untuk memasok listrik lampu penerangan kapal.

Proses pengisian daya baterai yang berulang—harus dicabut dari perahu, dibawa ke tempat pengisian daya, lalu dipasang kembali—tidak hanya menambah beban kerja operasional, tetapi juga memicu kerusakan baterai yang lebih cepat. Kerusakan perangkat ini berujung pada tingginya biaya pengeluaran operasional nelayan. Ketergantungan pada sumber listrik konvensional untuk pengisian daya juga dinilai belum sejalan dengan prinsip konservasi lingkungan.

Menjawab persoalan tersebut, tim akademisi dari Kelompok Bidang Ilmu Elektronika Daya dan Kendali Motor, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram (Unram) merancang program edukasi dan penyerahan teknologi energi terbarukan. Dipimpin oleh Ida Bagus Fery Citarsa, S.T., M.T., bersama tim akademisi Dr. Ir. I Ketut Wiryajati, I Nyoman Wahyu Satiawan, Ph.D., I Made Budi Suksmadana, M.T., dan Supriono, M.T., serta mahasiswa Unram menginisiasi langkah konkret penguatan kapasitas energi terbarukan bagi masyarakat pesisir.

Penguatan Literasi Energi dan Aplikasi Solar Home System Pesisir

Program pemberdayaan ini mengombinasikan pendekatan edukasi komprehensif, penyediaan teknologi panel surya, dan pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat nelayan lokal:

  1. Edukasi Komprehensif Sumber Energi Terbarukan: Mengingat latar belakang pendidikan anggota kelompok nelayan yang rata-rata menengah ke bawah, tim menyusun kurikulum sosialisasi berbasis bahasa yang aplikatif. Edukasi mencakup potensi energi air, biogas, biomassa, angin, hingga energi surya. Evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan: 73,91% peserta berhasil menguasai materi potensi dan pemanfaatan energi terbarukan dengan kategori cukup hingga baik.
  2. Implementasi Sistem Panel Sel Surya (Solar Home System): Sebagai solusi atas beban operasional pengisian aki, tim Unram menyerahkan dan memperagakan teknologi Solar Home System (SHS). Sistem ini mengintegrasikan panel surya (solar cell), unit kontrol pengisian (solar charge controller yang mencakup DC Chopper dan saklar otomatis), serta baterai penyimpan energi.
  3. Efisiensi Teknik dan Ekonomi Nelayan: Melalui pemanfaatan energi surya pada siang hari untuk pengisian daya baterai secara otomatis di perahu atau pemukiman, nelayan tidak lagi perlu bongkar-pasang baterai secara manual. Hal ini secara langsung memangkas beban kerja nelayan, memperpanjang usia pakai baterai, dan menekan pengeluaran ekonomi bulanan masyarakat nelayan.

Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Sesuai dengan kriteria evaluasi dampak sosial dan lingkungan perguruan tinggi pada Times Higher Education (THE) Impact Rankings, program pengabdian pesisir ini memberikan kontribusi nyata pada lima poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):

  1. SDG 1: Tanpa Kemiskinan (No Poverty) Penerapan Solar Home System menghemat pengeluaran nelayan untuk penggantian aki yang cepat rusak dan biaya pengisian daya konvensional, sehingga meningkatkan alokasi pendapatan bersih keluarga nelayan di kawasan berangka kemiskinan tinggi.
  2. SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) Pendekatan sosialisasi inklusif yang menjangkau anggota nelayan produktif—termasuk pendampingan khusus bagi anggota yang mengalami keterbatasan literasi (buta huruf)—memberikan akses pendidikan non-formal dan literasi teknologi yang setara bagi masyarakat pesisir.
  3. SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy) Pengenalan dan penyerahan teknologi berbasis fotovoltaik (panel surya) menyediakan akses energi mandiri, bersih, terjangkau, dan ramah lingkungan untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan di malam hari.
  4. SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action) Pengalihan sumber pengisian daya dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil ke energi surya tanpa emisi berkontribusi langsung pada pengurangan jejak karbon (carbon footprint) di sektor perikanan tangkap lokal.
  5. SDG 14: Ekosistem Lautan (Life Below Water) Edukasi energi bersih dan konservasi lingkungan di kawasan pesisir Pantai Cemara mendorong kesadaran komunitas nelayan untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dan ekowisata mangrove lokal dari pencemaran.

Prospek Keberlanjutan dan Model Replikasi Sektor Pesisir

Inisiatif Fakultas Teknik Universitas Mataram di Dusun Cemare menegaskan peran vital perguruan tinggi dalam menjembatani inovasi teknologi tepat guna dengan kebutuhan riil masyarakat pesisir. Ke depan, model sosialisasi dan adopsi Solar Home System ini direncanakan untuk direplikasi ke berbagai kelompok produktif lainnya, seperti kelompok tani, peternak, dan industri rumahan di wilayah Nusa Tenggara Barat. Konsep ini memperkuat posisi Unram sebagai kampus berwawasan lingkungan yang berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat pedesaan dan konservasi energi berkelanjutan. (r/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO