Selong (Suara NTB) – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali mencatatkan prestasi di tingkat regional. Atas kinerja dalam pengelolaan sampah dan lingkungan hidup, Lombok Timur meraih Juara III Apresiasi Pemda Berprestasi Batch II Regional Maluku-Nusa Tenggara pada kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.
Tak hanya membawa pulang penghargaan, prestasi tersebut juga mengantarkan Pemda Lombok Timur memperoleh insentif fiskal sebesar Rp1 miliar. Penghargaan diterima langsung Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam acara yang berlangsung pada Kamis (17/9).
Demikian dirilis Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (PKP) Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim, Eka Taufan Pradita, Jumat (18/9/2026).
Dia menjelaskan, Lotim mengadapat penghargaan pada Kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. Kategori ini menilai sejumlah aspek penting dalam kinerja pemerintah daerah. Di antaranya integrasi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir di kawasan pesisir, pembersihan kanal, serta penertiban estetika melalui penanganan baliho liar.
Penilaian juga mencakup komitmen dan kinerja pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terpadu. Upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam penilaian tersebut.
Adapun poin penilaian ditekankan pada pengelolaan sampah, kualitas lingkungan hidup, serta efektivitas program yang memberikan dampak bagi masyarakat.
Selain capaian program, inovasi daerah turut menjadi nilai tambah. Inovasi tersebut dinilai dari kemampuan pemerintah daerah menghadirkan solusi lingkungan yang kreatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyampaikan bahwa penghargaan tersebut memiliki arti penting bagi daerah. Terlebih, persoalan pengelolaan sampah dan lingkungan hidup menjadi salah satu perhatian serius pemerintah pusat dalam mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, resik, dan asri.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif dengan melibatkan kementerian terkait.
Penghargaan tersebut, kata Tito, diharapkan dapat menjadi pemacu bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Tito juga menantang seluruh kepala daerah, baik gubernur maupun bupati dan wali kota yang hadir, untuk kembali menunjukkan prestasi pada ajang penghargaan lain yang akan dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri.
Pemberian penghargaan Apresiasi Pemda Berprestasi dilakukan berdasarkan wilayah dan jenjang pemerintahan, yakni antarkabupaten, antarkota, dan antarprovinsi.
Prestasi yang diraih Lombok Timur sekaligus menjadi apresiasi atas berbagai upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan sampah dan lingkungan hidup. Insentif fiskal Rp1 miliar yang diterima menjadi tambahan dukungan bagi daerah dalam melanjutkan program-program yang berdampak langsung terhadap masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. (rus)



