BerandaNTBLOMBOK TENGAHMRS Putaran Keempat di Sirkuit Mandalika Adopsi Regulasi FIM, Biasakan Pembalap dengan...

MRS Putaran Keempat di Sirkuit Mandalika Adopsi Regulasi FIM, Biasakan Pembalap dengan Aturan Internasional

Praya (Suara NTB) – Sejumlah pembaharuan aturan mulai diterapkan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balap Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 putaran keempat yang berlangsung sejak Jumat (18/9/2026) hingga Minggu (20/92026), di Sirkuit Internasinal Mandalika. Kejurnas itu mengadopsi aturan balap internasional sesuai yang diatur oleh FIM. Langkah itu dilakukan untuk melatih dan membiasakan para pembalap peserta MRS dengan aturan balap berstandar internasional.

Harapannya, ketika para pembalap MRS naik kelas ke ajang balap internasional nantinya mereka sudah paham akan aturan balap internasional. Pada MRS seri keempat kali ini total ada 108 pembalap yang ambil bagian di enam kelas yang dipertandingkan. Kelas Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) menjadi kelas dengan jumlah peserta terbanyak sebanyak 31 pembalap.

Diikuti kelas Nasional Sport (NS) 250 cc 29 pembalap, Kelas Nasional Sport (NS) 150 cc 16 pembalap dan kelas NS 600 cc, 4 pembalap. Sementara untuk kelas balapan pendukung, kelas Junior Sport 250 U-18 akan diikuti 18 pembalap serta kelas Underbone (UB) 150cc diikuti 10 pembalap.

“Ada beberapa pembaharuan aturan yang diterapkan pada putaran keempat ajang MRS kali ini yang tidak ada di tiga seri sebelumnya. Sesuai dengan aturan dari FIM,” sebut Ketua Pelaksana MRS 2026 Arif Syahbani, kepada awak media di sela-sela balapan MRS di Sirkuit Internasional Mandalika, Sabtu (19/9/2026).

Di antaranya, penerapan aturan jumlah peserta sesi kualifikasi. Di mana sebelumnya sesi kualifikasi kedua diikuti 10 pembalap. Kini bertambah menjadi 14 pembalap dengan penentuan posisi didasarkan perolehan waktu tercepat di dua kali sesi latihan resmi. Namun aturan baru tersebut baru berlaku untuk kelas NS250 dan IJTC 150 U-15 saja.

Aturan baru lainya yakni terkait dispensasi bagi pembalap. Di mana pembalap bisa tetap mengikuti balapan tanpa hasil kualifikasi jika mengalami masalah teknis atau cedera saat sesi latihan. Dengan posisi grid paling belakang setelah mendapat persetujuan Race Direction.

Selanjutnya terkait jumlah pembalap yang start dari Pit Lane dibatasi maksimal 10 pembalap. Jika lebih dari jumlah tersebut maka dilakukan start ulang dengan metode Quick Start. “Penerapan aturan baru ini untuk memberikan pemahaman kepada para manajer dan pembalap tentunya, mengenai peraturan yang harus dikuasai khususnya saat berkompetisi di tingkat internasional. Terlebih diajang MRS, banyak pembalap junior yang ikut serta,” sebutnya.

Berlangsung Ketat

Sesi balapan MRS putaran keempat sendiri sudah dimulai pada Sabtu siang. Jalannya balapan berlangsung seru dan ketat. Terutama di kelas NS250 yang diikuti oleh 29 pembalap. Selepas start persaingan pembalap di kelas bergengsi tersebut berlangsung dalam intensitas tinggi. Saking ketatnya, sejumlah pembalap mengalami cras. Sehingga tidak semua pembalap bisa menyelesaikan balapan hingga garis finis.

Di kelas tersebut pembalap Honda Irfan Ardansyah asal Jawa Tengah (Jateng) sukses jadi yang tercepat. Diikuti pembalap asal Kalimantan Timur (Kaltim) Candra Hermawan dan Gerry Salim (Jawa Timur).

Kemudian kelas tertinggi NSS600 Herjun Atna Firdaus (Jateng) berhasil menyentuh garis finis pertam di depan pembalap Jawa Barat (Jabar) M. Faerozi T., dan Fadillah Ardi Aditama (Jateng). Dikelas NS150 pembalap asal Jakarta Fahmi Basam keluar jadi juara. Diikuti Fadli Rigani (Jabar) dan Irfan Ardiansyah (Jateng) dipodium kedua dan ketiga.

Di dua kelas junior masing-masing kelas IJTC dan Junior 250 U-18, Kenzie Akbar Dan Ninos serta M. Abid Ashar (Jakarta) keluar sebagai juara. Dengan Bintang Pranata Sukma (Banteng) serta M. Nabil Z., melengkapi podium kelas Junior 250 U-18. Sedangkan di kelas IJTC podium kedua diraih Resky YH (Jateng) dan Bintang Pranata Sukma dipodium ketiga.

Pada MRS putaran keempat ini ada empat pembalap asal NTB yang ambil bagian. Masing-masing Mikail Zafran Almi, Clevan Louis V.O., serta Gian M. Gibran di kelas IJTC. Ditambah Aldiaz Aqsal Ismaya yang turun di kelas NS150 dan NS250. Namun sayang di race pertama para pembalap NTB tersebut belum mampu mencapai podium. (kir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO