Praya (Suara NTB) – Meski saat ini Sirkuit Internasional Mandalika tengah dalam proses pembenahan untuk menyambut ajang balap MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026 mendatang, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memutuskan tetap menggelar ajang balap. Termasuk kegiatan olahraga lainnya di lintasan Sirkuit Internasional Mandalika. Salah satu Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balap sportbike Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 yang berlangsung akhir pekan ini.
Ditemui di Sirkuit Internasional Mandalika Kamis (17/9) sore, Direktur Operasional MGPA Donny Mahardjono, mengungkapkan MRS tetap dilaksanakan saat proses pembenahan fasilitas sirkuit dilakukan untuk menjaga kondisi grip lintasan sirkuit tetap dalam kondisi prima. Alasannya, semakin sering ajang balap digelar, semakin baik pula kondisi grip lintasan.
“Ini kita lakukan juga atas dasar saran dan persetujuan dari FIM. Yang meminta tetap menjaga kondisi grip lintasan Sirkuit Mandalika dengan cara tetap mengelar balapan jelang event MotoGP mendatang,” terangnya.
Salah satu pekerjaan yang tengah dilakukan saat ini yakni berupa pengecatan di sepanjang track sirkuit dengan progress sejauh ini sudah mencapai 70 persen. Termasuk sejumlah pekerjaan minor lainnya, seperti pembenahan area tribun dan royal box.
“Secara umum untuk pembenahan sirkuit capainya sudah 85 persen,” imbuhnya seraya memastikan kalau gelaran balapan atau ajang olahraga lainya di dalam sirkuit tidak akan mengganggu pekerjaan pembenahan Sirkuit Internasional Mandalika.
Ajang MRS 2026 yang berlangsung mulai tanggal 18-20 September 2026 sudah memasuki putaran keempat. Dengan total 108 starter telah terdaftar untuk bertarung di empat kelas kejurnas pada putaran kali ini.
Kelas Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) menjadi kelas dengan jumlah peserta terbanyak sebanyak 31 pembalap. Diikuti kelas Nasional Sport (NS) 250 cc 29 pembalap, Kelas Nasional Sport (NS) 150 cc 16 pembalap dan kelas NS 600 cc, 4 pembalap.
Sementara untuk kelas balapan pendukung, kelas Junior Sport 250 U-18 akan diikuti 18 pembalap serta kelas Underbone (UB) 150cc diikuti 10 pembalap.
Direktur Utama MGPA Ananda Mikola menjelaskan, ajang MRS digelar untuk mendukung perkembangan dunia motorsport di Indonesia. ‘’Melalui event ini para talenta-talenta muda Indonesia memiliki kesempatan untuk menjalani tahapan kompetisi balapan yang terukur sebelum melanjutkan kiprahnya ke level lebih tinggi,” terangnya.
Tambah Fasilitas Fire Pump
Kasus kebakaran lahan menjadi salah satu perhatian serius InJourney Tourism Developmeny Corporation (ITDC) saat ini. Di tengah meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan, tidak terkecuali di dalam kawasan The Mandalika. Dampak dari kondisi musim kemarau yang cukup panjang tahun ini.
Langkah antisipasi pun sudah dilakukan ITDC selaku pengelola kawasan The Mandalika. Selain dengan memperbanyak armada pemadam kebakaran (damkar), fasilitas penanganan kebakaran yang ada di dalam kawasan The Mandalika juga turut dimodernisasi.
Terakhir, ITDC juga sudah menambah fasilitas fire pump dengan teknologi terbaru yang didatangkan langsung dari Australia. Fasilitas fire pump tersebut terkoneksi dengan jaringan pipa hydran yang tersebar di 23 titik di dalam kawasan The Mandalika.
“Fasilitas fire pump ini yang dimiliki kawasan The Mandalika ini salah satu terbaik di Indonesia,” sebut Direktur Operasi ITDC Troy R. Warokka, saat ditemui di Sirkuit Internasional Mandalika, Kamis (17/9) sore.
Ia mejelaskan fasilitas fire pump tersebut bisa menampung air hingga 300 meterkubik dan terkoneksi langsung dengan semua jaringan pipa hydran di kawasan The Mandalika. Hal itu memungkinkan proses pengambilan air untuk kebutuhan penanganan kebakaran bisa lebih cepat. Karena banyak titik air yang bisa menjadi tempat untuk mengambil air ketika kasus kebakaran terjadi.
“Sebagai kawasan pariwisata unggulan, keberadaan fasilitas penanganan kebakaran menjadi salah satu aspek yang penting untuk disiapkan,” sebut Troy.
Dalam hal ini ITDC juga tidak sendiri. Pihaknya juga sudah menjalin kesepakatan dengan Damkar Loteng terkait penangan kebakaran. Sehingga kemampuan penanganan kebakaran jauh lebih baik. “Untuk armada damkar saat ini kita punya ada enam armada yang siap digunakan kapan saja,” tegasnya. (kir)



