Mataram (Suara NTB) – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 pada 9-11 Oktober tidak hanya berdampak pada tingkat hunian hotel dan pergerakan wisatawan. Aktivitas usaha kuliner di NTB juga ikut meningkat seiring bertambahnya tamu, tim balap, pembalap, serta berbagai kegiatan yang berlangsung selama periode MotoGP.
Ketua Asosiasi Chef Indonesia (ACI) NTB, Anton Sugiono, Rabu, 7 Oktober 2026 menyampaikan, momentum MotoGP membuat aktivitas para chef di Lombok semakin padat. Mereka tidak hanya melayani kebutuhan konsumsi hotel, tetapi juga berbagai acara yang digelar bersamaan dengan ajang balap dunia ini.
“Teman-teman sekarang lebih fokus ke hotel masing-masing. Karena kegiatan yang berbarengan dengan MotoGP juga banyak, seperti wedding dan event di hotel,” kata Anton.
Menurutnya, kebutuhan konsumsi selama periode MotoGP cukup beragam. Sebagian katering untuk kegiatan di Sirkuit Mandalika didatangkan dari Jakarta. Sementara chef lokal lebih banyak menangani kebutuhan di hotel, vila, dan akomodasi privat yang menjadi tempat menginap para tamu.
Kesibukan juga dirasakan chef yang mendapat pesanan dari tim balap. Sejumlah tim memilih menggunakan vila atau akomodasi privat di sekitar kawasan Mandalika dan Lombok Tengah sehingga kebutuhan makanan mereka ditangani secara khusus.
“Misalnya ada tim Ducati yang punya vila sendiri. Teman-teman ada yang menangani di sana, termasuk kebutuhan di private pool,” ujarnya.
Anton mengatakan, keberadaan tim dan pembalap yang tersebar di sejumlah hotel dan vila membuat kebutuhan tenaga kuliner semakin tinggi. Pelayanan makanan juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tamu.
Di sisi lain, chef lokal tetap harus memenuhi permintaan dari kegiatan lain yang berlangsung di Lombok selama periode MotoGP. Kondisi tersebut membuat beban pekerjaan meningkat dibandingkan hari biasa.
“Jadi memang double kesibukannya sekarang,” katanya.
Menurut Anton, kondisi itu menunjukkan dampak MotoGP tidak hanya dirasakan pelaku usaha yang berada langsung di kawasan sirkuit. Pergerakan ekonomi juga menjalar ke sektor kuliner dan tenaga profesional lokal yang menopang kebutuhan akomodasi serta berbagai kegiatan selama berlangsungnya MotoGP Mandalika. (bul)



