Dompu (Suara NTB) – Rencana pembangunan pabrik pakan ternak di Kabupaten Dompu sebagai bagian dari program hilirisasi ayam terintegrasi nasional terus dimatangkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu telah menyiapkan lahan milik daerah di Desa Nusa Jaya untuk mendukung pembangunan pabrik yang akan dikelola oleh PT Berdikari.
Pemanfaatan lahan tersebut berpeluang menggunakan skema Hak Guna Bangunan (HGB) atau pinjam pakai. Langkah ini menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap proyek strategis nasional yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas jagung sekaligus mendorong kesejahteraan peternak.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham, SP., Senin (12/10) mengungkapkan, rencana pembangunan pabrik pakan di Dompu tetap menjadi bagian dari program pemerintah pusat. Kendati demikian, realisasinya akan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan pembangunan fasilitas pembibitan ayam di Kabupaten Sumbawa dan Bima. “Karena pabrik pakan dikelola BUMN, kemungkinan lahannya menggunakan pola HGB atau pinjam pakai,” terang Ilham.
Menurutnya, penunjukan Dompu sebagai salah satu lokasi pembangunan pabrik pakan tidak terlepas dari potensi daerah sebagai sentra produksi jagung. Ketersediaan bahan baku tersebut menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung industri pakan ternak.
Secara geografis Kabupaten Dompu berada di antara Kabupaten Sumbawa dan Bima yang direncanakan menjadi lokasi pengembangan peternakan pembibitan ayam indukan atau parent stock (PS). Dengan demikian, keberadaan pabrik pakan di Dompu diharapkan dapat mendukung kebutuhan industri perunggasan terintegrasi di wilayah tersebut.
Ilham menjelaskan, hilirisasi ayam terintegrasi merupakan salah satu program yang mendapat perhatian serius Presiden RI, H. Prabowo Subianto. Presiden sebutnya telah mengingatkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman agar program tersebut dapat direalisasikan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak.
Program ini diarahkan untuk memperkuat industri perunggasan nasional mulai dari penyediaan bibit ayam, pakan hingga vaksin. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjamin ketersediaan sarana produksi bagi peternak kecil dengan harga yang lebih stabil.
Saat ini, kata Ilham, Nilai Tukar Peternak (NTPT) berada pada angka 131. Pemerintah menargetkan indikator kesejahteraan peternak tersebut dapat terus meningkat hingga kisaran 140–150 melalui berbagai program penguatan sektor peternakan, termasuk pembangunan industri pakan.
Pembangunan pabrik pakan yang ditargetkan pemerintah pusat rampung pada 2026 menjadi salah satu upaya untuk mendukung pencapaian tersebut. Menurut dia, Provinsi NTB sendiri masuk dalam rencana pengembangan lima lokasi pabrik pakan yang akan dibangun di daerah potensial penghasil bahan baku, terutama jagung.
Keberadaan pabrik pakan di Dompu diharapkan tidak hanya memperkuat rantai pasok industri peternakan, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani jagung setempat. Hasil produksi jagung yang selama ini menjadi komoditas unggulan daerah berpotensi terserap sebagai bahan baku industri pakan.
Meski demikian, Ilham mengakui pembangunan pabrik pakan di Dompu belum menjadi tahap awal pelaksanaan proyek. Pemerintah pusat masih memprioritaskan pembangunan fasilitas peternakan pembibitan ayam indukan di Sumbawa dan Bima sebelum melanjutkan pengembangan pabrik pakan di Dompu. (ula)



