Taliwang (Suara NTB) – Gemerlap busana dengan balutan kain tenun khas Sumbawa Barat mewarnai halaman Graha Fitrah, kompleks Kantor Bupati Sumbawa Barat, Senin awal pekan ini. Satu per satu peserta melangkah di atas panggung, menampilkan beragam rancangan busana yang memadukan kekayaan motif tradisional dengan sentuhan mode modern. Suasana semakin semarak oleh antusiasme penonton yang menyaksikan Fashion Show Pesona Tenun Sumbawa Barat 2026.
Sebanyak 76 peserta dari berbagai kalangan ambil bagian dalam peragaan busana yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tersebut. Peserta berasal dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkup organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan kecamatan, tenaga pendidik, hingga desainer, perajin, dan model lokal. Tidak saja itu Bupati H. Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Hj. Hanipah turut serta menjadi model lengkap dengan keluarganya masing-masing.

(Suara NTB/Prokopim Setda KSB)
Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., yang membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya menjadikan tenun lokal tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah.
“Tenun Sumbawa Barat memiliki kekayaan motif dan nilai budaya yang harus terus kita jaga. Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkenalkan tenun daerah kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus mendorong agar produk perajin lokal semakin diminati dan mampu bersaing di pasar,” Kata Wakil Bupati Hj. Hanipah.
Menurutnya, pengembangan tenun daerah membutuhkan dukungan bersama, mulai dari pemerintah, desainer, perajin, hingga masyarakat sebagai pengguna produk lokal. Kreativitas dalam mengolah kain tenun menjadi busana modern diharapkan dapat memperluas pemanfaatannya tanpa menghilangkan identitas budaya yang melekat pada setiap motif.
Melalui sentuhan desain dan pemilihan model busana, kain tenun khas Sumbawa Barat diperlihatkan dalam berbagai tampilan yang lebih modern dan elegan. Kekhasan motif serta identitas budaya tetap menjadi bagian penting dari setiap rancangan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas penggunaan tenun lokal, tidak hanya dalam kegiatan adat atau acara formal, tetapi juga dalam perkembangan industri fesyen.
Pemerintah daerah juga menempatkan kegiatan ini sebagai salah satu upaya memperluas pasar bagi produk perajin lokal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Semakin luas kain tenun dikenal dan digunakan, semakin besar pula peluang produk tersebut diminati masyarakat. Dampaknya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh para perajin melalui peningkatan permintaan dan pendapatan.
Upaya memperkuat pasar tenun daerah itu sejalan dengan tema Harlah ke-23 KSB, yakni “Ekonomi Tumbuh, Sumbawa Barat Maju”. Pemkab KSB merencanakan penerbitan kebijakan melalui Peraturan Bupati (Perbup) yang mewajibkan ASN mengenakan pakaian berbahan tenun lokal satu hari dalam sepekan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat permintaan sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap produk daerah.
Di sisi lain, keberlanjutan industri tenun membutuhkan perhatian terhadap sumber daya manusia, terutama regenerasi perajin. Karenanya Wabu Hanipah, mendorong Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) KSB memperkuat program pelatihan keterampilan menenun.
Pengembangan kelompok penenun baru dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus meningkatkan kualitas produksi. Dengan bertambahnya tenaga terampil, perajin diharapkan mampu mengembangkan variasi motif, meningkatkan mutu kain, serta menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar tanpa meninggalkan ciri khas budaya Sumbawa Barat.
Melalui Fashion Show Pesona Tenun 2026, Pemda KSB berupaya
mempertemukan pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi kreatif. Peragaan busana ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kain tenun tidak hanya menyimpan nilai tradisi, tetapi juga memiliki potensi sebagai produk unggulan daerah. Dukungan pemerintah, kreativitas desainer, dan keterampilan perajin diharapkan dapat membawa wastra Sumbawa Barat semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.(*)



