Selong (suarantb.com)-Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, meluncurkan layanan penyeberangan ambulans jenazah gratis Pelabuhan Katangan-Pototano. Layanan penyeberangan gratis ini mulai 17 Desember mendatang bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun NTB ke 67. Inisiatif strategis tersebut bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat dan mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi.
Dalam kunjungan kerjanya di Pelabuhan Kayangan, Gubernur Iqbal menegaskan komitmennya untuk menyediakan layanan ambulans antar pulau (NTB) secara cuma-cuma. Kebijakan ini lahir sebagai respons atas keluhan masyarakat, terutama saat kampanye, mengenai mahalnya biaya rujukan kesehatan menggunakan ambulans dari Mataram (Lombok) ke Sumbawa, atau sebaliknya.
“Saat saya kampanye dulu, ada pertanyaan warga tentang cara menurunkan biaya, tetapi saya katakan pertanyaan itu salah. Semestinya bagaimana agar Bima dan Sumbawa bisa mandiri,’’ ujar Gubernur. Ketika resmi menjadi Gubernur komitmen Iqbal meningkatkan kapasitas rumah sakit dari tipe C ke B yang ada di Pulau Sumbawa, sehingga tidak perlu lagi merujuk jauh-jauh ke Mataram.
Gubernur Iqbal menjelaskan, peningkatan kualitas fasilitas kesehatan di Sumbawa dan Bima yang didanai APBN sudah mulai berjalan. Termasuk kemampuan menangani stroke, cuci darah, dan jantung mulai 17 Desember ini. Meski demikian, rujukan masih terjadi. Oleh karena itu, sebagai solusi segera, Pemprov NTB akan menanggung biaya penyeberangan ambulans melalui ekosistem pelabuhan.
“Ini fakta yang harus diterima. Kita buat kebijakan agar penyebrangan ambulans gratis untuk meringankan beban warga,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama Gubernur Iqbal juga melakukan penanaman pohon di kawasan Kayangan.
Di kesempatan yang sama, Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kapal penyeberangan yang sering dikeluhkan masyarakat. Ia meminta kapal-kapal dirawat dengan baik untuk mencapai standar pelayanan menengah ke atas.
Gubernur juga mengungkapkan prioritas pembangunan infrastruktur transportasi darat yang akan merevolusi konektivitas di Pulau Lombok. Pemerintah saat ini sedang menyelesaikan feasibility study (FS) untuk pembangunan jalan bebas hambatan (bypass) port-to-port yang menghubungkan Pelabuhan Kayangan di Lombok Utara dengan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat.
“Sekarang perjalanan Kayangan-Lembar bisa 6 jam. Ke depan, dengan jalan ini, hanya 1-2 jam. Fokus kita setelah FS adalah DED, Amdal dan pembebasan lahan. Targetnya, pembangunan fisik dimulai tahun 2027,” paparnya.
Dengan akses yang lebih cepat, pengguna jasa pelabuhan dan pergerakan logistik dipastikan akan jauh lebih efisien.“Waktunya Kayangan berbenah. Tahun 2027, pengguna jasa akan merasakan layanan yang jauh lebih baik,’’ ujarnya.
Sebagai daerah tujuan wisata, Gubernur mengajak semua pihak belajar dari Bali yang telah mencatat 6 juta kunjungan wisatawan. Menurutnya, Lombok harus membangun transportasi yang baik sebelum kepadatan terjadi.
Dukungan ASDP
General Manager PT ASDP Cabang Kayangan, Erlystia Wahyudi, menyambut positif kunjungan dan inisiatif Gubernur NTB. Ia mengatakan bahwa kehadiran pemerintah memberikan semangat baru bagi pengelola pelabuhan.
“Atas nama PT ASDP, kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur yang telah melakukan penghijauan kawasan Kayangan dan memberikan layanan penyeberangan ambulans gratis. Kehadiran negara bersama semua stakeholder ini pasti sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ucap Erlystia.
Program penghijauan yang dilakukan Gubernur di area pelabuhan juga menjadi bagian dari komitmen bersama menciptakan ekosistem pelabuhan yang asri dan berkelanjutan.
Dengan dua terobosan ini—layanan ambulans gratis sebagai solusi jangka pendek dan persiapan infrastruktur kelas dunia sebagai investasi jangka panjang—Pemprov NTB menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.
Biaya penyeberangan sendiri untuk mobil ini tergantung kelas. Rata rata sekitar Rp 500 ribuan untuk sekali penyeberangan. Adapun jumlah orang dalam ambulans yang diizinkan empat orang.
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar menambahkan ambulans yang dilayani gratis penyeberangan adalah yang berasal dari fasilitas kesehatan. Baik Puskemas maupun rumah sakit milik pemerintah maupun swasta.
Diakui selama ini, biaya penyeberangan Kayangan-Poto Tano cukup mahal dan membebani warga. Pemerintah Provinsi kemudian mengambil inisiatif untuk menggratiskan layanan penyeberangan ambulans ini.
Pelayanan penyeberangan gratis yang mulai 17 Desember 2025 ini hanya ambulans dari faskes. Bukan yang layanan dari rumah-rumah warga. Mengenai biaya ambulans sendiri menjadi kewenangan pemberi layanan mengenai biayanya. “Yang gratis itu adalah penyeberangannya,” demikian tegasnya. (rus)

