Mataram (suarantb.com) – Koordinator Komisariat (Korkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang (PC) IMM Kota Mataram menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Rempek Darussalam, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, terhitung sejak 12 Januari hingga 16 Januari 2026, sebagai wujud konkret implementasi Trilogi IMM dan Tri Kompetensi Dasar IMM, khususnya pada ranah humanitas (sosial kemasyarakatan).
Pengabdian masyarakat ini menjadi ruang aktualisasi peran mahasiswa IMM sebagai intelektual muda yang berorientasi pada dakwah sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat desa tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai proses pembelajaran sosial yang menempatkan mahasiswa dan masyarakat dalam relasi yang setara, dialogis, dan berkelanjutan.

Dengan mengusung tema “Mengabdi untuk Desa; Kecil Langkahnya, Besar Manfaatnya”, kegiatan ini diikuti oleh 35 mahasiswa kader IMM dari 12 komisariat di Kota Mataram yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.
Ketua Panitia, Imam Al-Hudri, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan sosial masyarakat Desa Rempek Darussalam. Oleh karena itu, program yang dilaksanakan menitikberatkan pada aspek edukasi, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kegiatan ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan, seperti sosialisasi pencegahan pernikahan dini, edukasi bahaya narkoba, pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, serta pelatihan pembuatan sabun cair dan eco enzyme sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan dan kemandirian ekonomi warga,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Korkom IMM Ummat, Zainul Arifin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengejawantahan nilai-nilai dasar IMM, khususnya Trilogi IMM yang meliputi keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan, serta Tri Kompetensi Dasar IMM yang mencakup religiusitas, intelektualitas, dan humanitas.
“Kegiatan ini adalah manifestasi nyata dari nilai religiusitas dan intelektualitas IMM yang diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat desa. IMM hadir sebagai gerakan mahasiswa yang tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial untuk menciptakan masyarakat yang terbebas dari pernikahan dini, narkoba, dan berbagai penyakit sosial lainnya,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Rempek Darussalam, Muliady, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada IMM dan Ummat atas kepercayaan menjadikan Desa Rempek Darussalam sebagai lokasi pengabdian masyarakat.
“Kami dari pemerintah desa menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa IMM. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait isu-isu sosial dan kesehatan. Kami berharap pengabdian ini membawa dampak positif dan manfaat yang berkelanjutan bagi warga Desa Rempek Darussalam,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan pengabdian mahasiswa dapat menjadi pemantik bagi tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat desa dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan berorientasi pada masa depan generasi muda.
Wakil Rektor IV Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Ummat, Dr. H. Zainudin, M.Pd.I., menegaskan bahwa program Bina Desa sejalan dengan visi kampus berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial di tengah masyarakat.
“Ini merupakan salah satu bentuk nyata kampus berdampak, di mana mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendidikan, pendampingan, dan edukasi kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa di desa adalah bagian dari proses pembelajaran kontekstual yang sangat penting,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program pengabdian masyarakat melalui sinergi antara kampus, organisasi kemahasiswaan, dan pemerintah desa. (ron)


