spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATPertama di NTB, PMI Lobar Bentuk PMR, KSR, dan PMI Unit Ponpes...

Pertama di NTB, PMI Lobar Bentuk PMR, KSR, dan PMI Unit Ponpes Al-Islahuddiny Kediri

Giri Menang (suarantb.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Lombok Barat resmi membentuk Palang Merah Remaja (PMR) Korps Sukarela (KSR), dan PMI Unit di Pondok Pesantren Al-Islahuddiny Kediri, Sabtu, (31/1/2026). Pembentukan PMR, KSR dan PMI Unit Ponpes dirangkai dengan Haul Majemuk ke-33 Ponpes ini.

Ketua PMI Cabang Lobar, Haris Karnain menegaskan, pihaknya merangkai pengukuhan PMR, KSR dan PMI unit Ponpes ini dengan Haul Majemuk Ponpes tersebut. “Kami membentuk kepengurusan PMI unit di tingkat pondok pesantren mulai dari tingkat Ibtidaiyah hingga Perguruan Tinggi. Di mana untuk tingkat Ibtidaiyah, Madrasah dan MA dibentuk PMR sedangkan KSR dibentuk KSR dan PMI Unit,” kata dia.

Pihaknya ingin PMI ini lebih bersifat inklusif untuk mempersiapkan generasi yang peduli kemanusiaan. Haris menjelaskan, pembentukan PMI unit pondok pesantren pertama kali dilaksanakan. Langkah ini bukan sekadar pelantikan biasa, melainkan sebuah terobosan yang diproyeksikan menjadi percontohan (role model) di tingkat provinsi hingga kancah nasional.

Pembentukan PMR dan KSR dan PMI unit di lingkungan pesantren ini menandai babak baru dalam integrasi nilai-nilai kemanusiaan ke dalam basis pendidikan agama. PMI Lobar juga menegaskan bahwa inisiatif ini memiliki nilai strategis yang kuat. Santri sebagai garda terdepan karena Santri dinilai memiliki kedisiplinan dan nilai moral yang tinggi, menjadikannya aset berharga sebagai relawan kemanusiaan yang tangguh.

Ketua Panitia Haul Majemuk Ke-33 Ponpes Islahuddiny, H. Hambali menegaskan bahwa PMI Lobar menyambut hangat langkah pengurus dalam merajut kerjasama. Kegiatan dari PMI ini akan bisa menumbuhkan jiwa empati santri yang siap ketika dibutuhkan oleh manusia untuk menjadi jiwa yang bermanfaat bagi sesamanya.

“Ponpes Al-Islahuddimy nanti akan menjadi contoh untuk Indonesia dan menjadi inovasi pergerakan kemanusiaan di keluarga besar pesantren,” jelasnya.

Kegiatan ini nanti juga menjadi rangkaian Haul Majemuk yang sangat baik karena tujuan besar dari pimpinan Ponpes TGH. Mukhlis Ibrahim, bahwa ponpes tidak hanya mencetak lulusannya menjadi tokoh agama saja tetapi juga menjadi tokoh agama yang kaya dengan segala inovasi dan ide untuk memajukan daerahnya atau ponpesnya. “Pondok pesantren itu harus mampu mencetak para agnia atau harus mampu mencetak para orang-orang kaya,” ujarnya.

Dirinya juga menegaskan, mereka juga akan melahirkan alumni yang peduli tentang sosial kesehatan dan bencana serta santri harus siap ditugaskan dalam segala medan, baik di tengah bencana, kehidupan sosial kemasyarakatan dan tugas negara. “Kami juga tentunya melahirkan alumni yang peduli tentang kesehatan, bencana dan kepedulian sosial,” urainya

Hal tersebut menjadi integrasi agama dan kemanusiaan, yaitu menggabungkan etos dakwah dengan aksi nyata PMI, membuktikan bahwa kepedulian sesama adalah bagian tak terpisahkan dari ajaran pesantren. Sistem ini oleh Ponpes Al-Islahuddiny dirancang agar dapat direplikasi oleh PMI di seluruh Indonesia. Pentingnya keterlibatan elemen santri dalam struktur kerelawanan resmi.

Dampak bagi masyarakat dengan terbentuknya unit ini, diharapkan respons cepat terhadap kondisi darurat di wilayah Kediri dan sekitarnya dapat meningkat. Para santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga keterampilan teknis. (her)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO