Giri Menang (suarantb.com) – Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) gerak cepat merespon kejadian bencana yang mengakibatkan jalan penghubung antara Desa Taman Baru dengan Buwun Mas Kecamatan Sekotong menuju Lombok Tengah putus total pada Selasa 24 Februari 2026. Bupati bersama jajaran terjun langsung ke lokasi tak lama setelah kejadian longsor yang memacu terputusnya jalan utama tersebut.
Kepala Dinas PUPRPKP Lobar Lalu Ratnawi mengatakan ia bersama OPD terkait mendampingi Bupati turun mengecek kondisi jalan putus tersebut. “Pak Bupati instruksikan untuk penanganannya dua hari ini melalui tanggap darurat dulu sehingga jalan itu bisa dilalui kendaraan (roda dua dan roda empat), tetapi tonase sedang saja,” kata Ratnawi.
Untuk penanganan darurat dilakukan oleh BPBD dengan memasang karung geobag di titik yang mengalami longsor agar jalan tersebut bisa dilalui sementara waktu oleh warga. Penanganan darurat ini ditarget tuntas dalam beberapa hari ke depan.
Setelah penanganan tanggap darurat selesai, barulah pihaknya melakukan penanganan permanen. Untuk penanganan permanen, pihaknya akan melakukan penguatan tebing dengan membangun beronjong. Mengingat tebing itu begitu curam dan dalam di dua titik yang mengalami kerusakan. Masing-masing mengalami kerusakan 75 meter dan 65 meter.
Apakah ada alternatif jalan itu dialihkan? Menurutnya tidak bisa, karena elevasinya berat dan curam jika tebing itu dikepras menjadi jalan. Dalam penanganan penguatan tebing jalan ini, Pihaknya berkoordinasi dengan BBWS agar terlibat membantu. Pihaknya pun sedang menyelesaikan penyusunan gambar DED. Rencananya, jalan itu dibangun menggunakan beton bukan aspal hotmik agar lebih kuat (mengikat). Karena kerusakan itu dipicu air dari pegunungan, mengurus badan jakan hingga menyebabkan amblas.
Pihaknya juga akan membangun saluran sisi atau tepi, sehingga air dari gunung itu melalui bawah jalan tidak melalui atas jalan. “Itu yang diinstruksikan oleh pak Bupati tadi,” imbuhnya. Kebutuhan anggaran untuk penanganan permanen pada dua titik kerusakan jalan itu mencapai Rp5 miliar.
Kondisi di lapangan saat ini akibat jalan utama ini terputus, warga yang hendak ke wilayah Sekotong sekitarnya dan ke Mataram mesti memutar melalui jalur Pelangan dan wilayah Loteng.
Kepala Desa Buwun Mas Rochidi mengatakan bahwa akibat hujan yang melanda sejak beberapa hari terakhir berdampak fatal pada akses jalan di yang sebelumnya pernah diterjang longsor di Tibu Lisung. “Jalan ini putus akibat hujan tiga hari ini, kali ini lebih parah karena longsornya bertambah volumenya. Sehingga tidak bisa dilalui,”kata Rochidi.
Kondisi jalan ini putus total, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Kalaupun pengendara roda dua berani melewati jalan itu, dengan resiko tinggi angat membahayakan keselamatan. Dua jalur alternatif yang bisa dilalui warganya dan dua desa Persiapan yakni Pengantap dan Belongas, melalui jalur Pelangan dan Batu Jangkih Loteng dengan jarak tempuh sangat jauh. Warga yang ingin ke turun ke Sekotong, bisa melewati jalur Sepi-Belongas-Mekaki Pelangan baru turun Sekotong. Jalur alternatif kedua, dari Pengantap ke Batu Jangkih-Kabul menuju wilayah Kuripan.
Titik jalan yang putus ini sebelumnya pernah longsor. Namun kali ini jauh lebih parah kerusakannya di dua titik. Pihaknya telah menyarankan agar jalan itu dialihkan saja, tetapi tidak memungkinkan dari pertimbangan teknis. “Dua tahun terakhir ini yang parah, sampai putus,” imbuhnya.
Jalan putus ini pun telah ditinjau oleh Bupati Lobar bersama jajaran PU dan BPBD. Saat turun ke lokasi, Bupati memerintahkan segera dilakukan penanganan darurat dengan memasang Karung agar bisa dilewati kendaraan.
Selain penanganan darurat, Bupati memerintahkan OPD mengkaji secara teknis untuk penanganan permanen. Pihaknya berharap agar penanganan darurat segera dilakukan mengingat jalur itu satu-satunya jalan yang paling dekat ke sejumlah desa setempat. (her)


