spot_img
Jumat, Februari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TENGAHPasca-Banjir Kuta Mandalika, Pembangunan di Area Perbukitan Disorot, MHA Dorong Evaluasi Tata...

Pasca-Banjir Kuta Mandalika, Pembangunan di Area Perbukitan Disorot, MHA Dorong Evaluasi Tata Ruang

Praya (suarantb.com) – Banjir yang kembali melanda kawasan wisata Kuta dan kawasan The Mandalika disinyalir tidak sepenuhnya terjadi karena dampak cuaca ekstrem. Ada persoalan lain yang diduga juga turut memicu banjir yang merendam ratusan rumah di wilayah tersebut. Salah satunya terkait pemanfaatan ruang yang tidak sesuai kaidah oleh aktivitas pembangunan fasilitas pariwisata di kawasan tersebut.

Menyikapi persoalan itu, Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Syamsul Bahri, mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemanfaatan dan tata ruang kawasan Kuta dan sekitarnya. Termasuk penanganan persoalan sistem drainase serta percepatan perbaikan infrastruktur yang kondisi rentan dan rusak.

Dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026), Syamsul Bahri mengatakan kalau kawasan Kuta Mandalika adalah etalase pariwisata Lombok, khususnya Loteng. Di sini reputasi daerah di mata wisatawan dan investor internasional dipertaruhkan. Sehingga ketika ada persoalan muncul, akan sangat berpengaruh terhadap citra pariwisata itu sendiri.

Terlebih, pariwisata merupakan sektor yang sangat sensitif terhadap isu keselamatan dan aksesibilitas. Sekali citra destinasi terganggu, proses pemulihannya tidak akan berlangsung mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Maka setiap kejadian harus menjadi perhatian serius bersama, termasuk kejadian banjir yang melanda kawasan Kuta Mandalika.

Salah satu yang menjadi sorotan yakni adanya geliat pembangunan yang cukup masif di area-area perbukitan diwilayah Kuta dan sekitarnya. Pada prinsipnya pihaknya mendukung ada investasi yang masuk. Tetapi tentu harus berjalan seiring dengan pengawasan lingkungan yang ketat.

Pasalnya, perubahan kontur tanah tanpa manajemen drainase dan konservasi yang terencana dapat meningkatkan risiko aliran permukaan yang bisa membawa dampak langsung ke kawasan usaha di bawahnya. “Inilah persoalan teknis yang perlu ditangani secara serius dan berbasis kajian ilmiah,” jelasnya.

Menurutnya, kawasan Kuta Mandalika saat ini telah menjadi sorotan nasional dan internasional. Maka standar pengelolaan kawasannya harus lebih tinggi, lebih disiplin dan lebih terintegrasi dibanding kawasan lain. Bahwa semangat membangun pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan tidak boleh berhenti pada slogan atau promosi semata. Tapi harus mampu diimplemenasikan secara nyata di lapangan.

Terutama yang terkait pengelolaan tata air, pengendalian pembangunan di area perbukitan serta kesiapan infrastruktur dasarnya. Itu semua menjadi kunci dalam menjaga kredibilitas branding kawasan. Karena pasar pariwisata global saat ini semakin kritis dan menilai konsistensi antara narasi dan praktik. Terutama lagi yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan.

“Harapan kami peristiwa banjir yang terjadi bisa menjadi titik evaluasi bersama demi keberlanjutan pariwisata Lombok ke depan,” ujarnya seraya menambahkan, pihaknya mendukung penuh masuknya investasi dan pertumbuhan pariwisata di kawasan Kuta Mandalika. Tetapi pertumbuhan tanpa pengendalian bisa berisiko jangka panjang. Maka harus ada upaya-upaya antisipasi sejak dini.

Pihaknya tidak ingin setiap musim hujan selalu menghadapi masalah yang sama dan berulang. Maka momentum pembangunan ini harus diimbangi dengan tata kelola lingkungan yang kuat. Supaya kepercayaan pasar bisa terus terjaga.

Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., mengatakan apa yang menjadi aspirasi dan tuntutan masyarakat terdampak banjir akan jadi perhatian ke depan. Dalam hal ini pemerintah kabupaten tentu tidak bisa sendiri. Mengingat, kemampuan dan kewenangan pemerintah kabupaten juga terbatas.

Maka butuh dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Termasuk masyarakat luas dukunganya juga sangat diharapkan. Agar bisa menjawab persoalan yang ada.

“Tetap kita perhatian dan upayakan apa yang menjadi harapan masyarakat. Dan, persoalan banjir kali ini tidaknya hanya terjadi di Loteng saja. Beberapa daerah di NTB juga mengalami hal yang sama. Dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” tegas mantan Wakil Bupati (Wabup) Loteng ini. (kir)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO