Praya (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tercacat sebagai salah satu zona merah inflasi cabai tertinggi di NTB. Berbagai upaya pun dilakukan pemerintah daerah setempat untuk menekan inflasi komoditi tersebut. Salah satu yang kini sedang diikhtiarkan yakni melalui gerakan menanam cabai di halaman sekolah dengan melibatkan siswa.
Tidak kurang dari 20 ribu bibit cabai mulai didistribuskan ke ratusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD) untuk ditanam di halaman sekolah setempat. Peluncuran gerakkan yang dinamai Bersama Siswa Tanam Cabai Atasi Infasi (Besti) tersebut ditandai dengan simbolis penanaman cabai oleh Wakil Bupati (Wabup) Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., beserta Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., dan sejumlah pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya bertempat di SMP Negeri 1 Praya Tengah, Sabtu (1/8).
“Gerakan ini melibatkan seluruh SMP di Loteng ditambah SD di tiga kecamatan, Praya, Praya Tengah serta Jonggat,” ungkap Wabup Loteng, H. M. Nursiah kepada awak media. Bahkan tidak menutup kemungkinan ke depan, cakupan programnya akan diperluas hingga ke pondok pesantren (ponpes) dan sekolah swasta.
Ia mengatakan, pelaksanaan program tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disbud) saja. Tetapi juga melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Seperti Dinas Pertanian untuk urusan penyediaan bibit serta pengawalan sampai panen.
Sementara untuk urusan pascapanen, nanti akan dikawal oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta OPD terkait lainnya. “Program ini tidak hanya sampai menanam saja. Tetapi akan terus dikawal hingga panen dan pemasarannya,” sebut Nursiah.
Termasuk untuk obat-obatan yang diperlukan juga akan disiapkan oleh Dinas Pertanian. Penyuluh pertanian nantinya juga akan turun secara berkala. Untuk memantau kondisi dan perkembangan tanaman cabai yang sudah ditanam di sekolah.
Dengan target tiga bulan ke depan tanaman cabai sudah bisa dipanen. “Untuk hasil panennya setidaknya bisa memenuhi kebutuhan di dalam daerah saja dulu. Sehingga bisa menekan harga cabai. Syukur-syukur bisa dikirim ke luar daerah,” ujarnya seraya menambahkan, program Besti sekaligus juga bisa menjadi sarana edukasi kepada siswa.
Terpisah, Kepala Dinas Dikbud Loteng Drs. H. Lalu Idham Halid, M.Pd., menambahkan, masing-masing sekolah nanti akan mendapat bantuan bibit cabai bervariasi. Antara 150 bibir sampai 500 bibit. Tergantung kemampuan dan luas lahan tanam di sekolah tersebut.
“Untuk media tanamnya tergantung kondisi. Ada yang menggunakan polibag. Ada juga yang langsung ditanam di tanah,” tandasnya seraya menambahkan, langkah ini sebagai salah satu bentuk upaya mewujudkan ketahanan pangan di Loteng. (kir)

