Selong (suarantb.com) – Proyek SPAM Pantai Selatan yang telah menelan dana ratusan miliar belum bisa dinikmati oleh seluruh warga Lombok Timur (Lotim) bagian selatan yang mengalami krisis air bersih. Dari tambahan dana untuk masyakarat berpenghasilan rendah (MBR) Rp14 miliar tahun 2025, baru terpasang 3.400 sambungan rumah.
Pelaksana Tugas Direktur PDAM Lotim, Sopyan Hakim menjelaskan targetnya sebenarnya 7 ribu sampai dengan 10 ribu sambungan rumah. Sehingga sekarang, masih diperlukan 6.600 tambahan baru.
Saat ini debit air yang masuk sudah bertambah dari sebelumnya 50 liter per detik menjadi 100 liter per detik. “Dengan debit 100 liter per detik ini, kami perkirakan mampu melayani sekitar 7.000 hingga 10.000 Kepala Keluarga (KK),” hitungnya.
Meski demikian, Sopyan menyebut bahwa target ideal 150 liter per detik belum bisa tercapai dengan kondisi saat ini. “Dengan debit 100 liter per detik saja, di reservoir kami saat ini sudah mengalami kondisi overflow. Jadi untuk mencapai 150 liter per detik, perlu ada kajian dan pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.
Proyek SPAM ini diharapkan dapat terus berjalan dan menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air bersih masyarakat di pesisir selatan Lombok Timur.
Pemerintah Daerah Lombok Timur terus berupaya mengatasi krisis air bersih yang selama ini melanda wilayah pesisir selatan. Melalui proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan atau yang dikenal dengan SPAM Kota Raja, alokasi anggaran signifikan kembali digelontorkan untuk memperluas jangkauan layanan air bersih bagi masyarakat.
Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Lombok Timur, Sopyan Hakim, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp14 miliar untuk pengembangan jaringan distribusi di kawasan tersebut. Anggaran ini merupakan kelanjutan dari komitmen pemerintah dalam menyediakan akses air bersih, khususnya untuk periode tahun 2024 dan 2025.
“Intinya pemerintah sudah mengalokasikan dana untuk SPAM Kota Raja. Yang terakhir ini, kita bicara anggaran Rp14 miliar,” ujar Sopyan Hakim kepada awak media, Senin.
Sopyan menjelaskan, fokus utama dari anggaran tersebut adalah penambahan Jaringan Distribusi Utama (JDU) yang sebelumnya belum menjangkau sejumlah perkampungan. Ia mencontohkan, pada tahun 2024 lalu, jaringan dari Reservoir Gunung Malang belum terhubung ke wilayah Ekas.
“Dulu, jaringan distribusi dari Gunung Malang reservoir itu belum ada jaringannya ke wilayah perkampungan Ekas. Nah, dari anggaran Rp14 miliar ini, kita alokasikan untuk penambahan jaringan baru ke Ekas, kemudian ke Sriwijaya, ke Batu Nampas Selatan, dan ke Penuh. Alhamdulillah, semua sudah terpasang,” jelasnya.
Salah satu poin penting dalam proyek ini adalah prioritas bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Program sambungan rumah (SR) gratis diberikan kepada warga yang telah melalui seleksi oleh pemerintah desa setempat. Sopyan merinci, total sambungan rumah yang terpasang dari anggaran tersebut mencapai 3.400 SR, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung.
“Di Ekas, kalau tidak salah terpasang sekitar 300-an SR. Di Seriwe, jumlahnya mencapai 450 SR. Semua ini kita berikan gratis karena anggarannya dari pemda. Pemasangan fasilitas memang sengaja digratiskan bagi warga MBR yang masuk dalam usulan desa,” tegasnya.
Ia menambahkan, data dari desa menunjukkan bahwa sekitar 80 persen penerima manfaat adalah warga yang benar-benar membutuhkan, terutama di wilayah Ekas yang selama ini dikenal rawan krisis air bersih. “Sebagian besar memang masyarakat dengan penghasilan rendah dan sedang mengalami krisis air bersih,” imbuhnya.
Bagi warga di luar kuota MBR yang ingin menikmati layanan serupa, PDAM membuka peluang pemasangan baru dengan skema tarif reguler. “Yang baru-baru ini, mereka akan dikenakan tarif pemasangan sambungan baru karena tidak termasuk dalam skema MBR,” kata Sopyan.
Selain perluasan jaringan, proyek ini juga berhasil meningkatkan kapasitas debit air. Awalnya, debit air yang tersedia hanya 50 liter per detik. Kini, berkat program pemerintah, debit tersebut berhasil ditingkatkan menjadi 100 liter per detik. (rus)

