Selong (suarantb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur, Sri Endah Wardanti, mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi daerah sepanjang tahun 2025 mencatatkan rekor tertinggi dibandingkan lima tahun terakhir. Capaian ini didorong oleh kinerja sejumlah kategori usaha yang ekspansif, terutama pada triwulan IV-2025 yang tumbuh 6,61 persen secara year-on-year (YoY).
“Ekonomi Lombok Timur tumbuh 6,61 persen (YoY) pada Triwulan IV-2025. Artinya, produksi barang dan jasa pada triwulan tersebut naik 6,61 persen dibandingkan Triwulan IV-2024,” jelas Sri Endah Wardanti, kepada Suara NTB, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, tingginya pertumbuhan sepanjang 2025 tidak terlepas dari kontribusi empat kelompok kategori yang mencatatkan laju tertinggi. Keempat kategori tersebut adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (9,85%); Jasa Keuangan dan Asuransi (8,68%); Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (6,48%); serta Pengadaan Listrik dan Gas (6,35%).
Sri Endah merinci, tingginya pertumbuhan pada kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum disebabkan oleh peningkatan jumlah tamu yang menginap di hotel serta beroperasinya sejumlah dapur MBG (SPPG) sepanjang tahun 2025.
Sementara itu, kategori Jasa Keuangan dan Asuransi melesat karena peningkatan pendapatan pegadaian dan bertambahnya total peserta aktif berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan.
Untuk kategori Perdagangan Besar dan Eceran serta reparasi, peningkatan terjadi akibat tiga faktor: penjualan BBM yang naik, jumlah kendaraan terjual lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, serta melonjaknya harga LPG 3 kg yang banyak digunakan oleh masyarakat tidak berhak.
Adapun kategori Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh karena pemakaian listrik meningkat dibanding 2024, didorong oleh banyaknya penambahan bangunan rumah dan usaha, kenaikan tarif listrik untuk kelompok rumah tangga, industri, dan sosial, serta peningkatan harga akibat tingginya permintaan.
Pada Triwulan IV-2025, tiga kategori memberikan pangsa (share) lebih dari 10% terhadap perekonomian Lombok Timur, yaitu, jasa Keuangan dan Asuransi: 24,70 persenm Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum: 15,66 persenm Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor: 13,33%.
Sri Endah memaparkan sejumlah fenomena di balik dominasi ketiga kategori tersebut. Untuk Jasa Keuangan dan Asuransi, terjadi peningkatan estimasi investasi dana pensiun, kenaikan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sebesar 19,65%, kenaikan pendapatan Pegadaian Selong sebesar 7,04 persen, peningkatan keberangkatan umrah sebesar 53 persenyang mendorong penggunaan jasa money changer, serta peningkatan aset investasi saham akibat optimisme pasar pasca pergantian menteri keuangan.
Pada kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, berdasarkan data VHTS (Survei Tingkat Penghunian Kamar Hotel) yakni survei rutin bulanan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengumpulkan data perhotelan terjadi peningkatan jumlah tamu sebesar 3,75 persen dibanding triwulan IV-2024, serta bertambahnya jumlah dapur MBG (SPPG) yang beroperasi.
Sementara itu, kategori Perdagangan Besar dan Eceran serta reparasi didorong oleh data SAMSAT yang menunjukkan peningkatan jumlah objek kendaraan terjual sebesar 3,65% dan data penjualan BBM di SPBU Pancor yang melonjak 28,11% dibanding triwulan IV tahun sebelumnya.
Dengan capaian ini, BPS Lombok Timur optimistis momentum pertumbuhan dapat dipertahankan melalui penguatan sektor-sektor unggulan dan pemerataan pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat. (rus)

