Praya (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) berencana menambah penyertaan modal daerah sebesar Rp100 miliar kepada lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Penyertaaan modal akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga tahun 2030 mendatang. Bank NTB Syariah bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirtha Ardia Rinjani (Tiara) bakal mendapat jatah tambahan penyertaan modal paling besar masing-masing Rp40 miliar.
Sementara dua BUMD lainnya yakni BPR LKP serta Jamkrida NTB Bersaing akan mendapat tambahan penyertaan modal masing-masing Rp10 miliar. Adapun satu BUMD lainya yakni Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Lombok Tengah Bersatu, kebagian penyertaan modal berupa aset lahan pertanian dari Pemkab Loteng.
Sebagai dasar pelaksanaanya Pemkab Loteng sudah mengusulan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penyertaan modal BUMD yang baru ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng dibahas. Draf ranperda-nya kini sedang dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Loteng. “Rancangan regulasinya sedang kita bahas,” ungkap Ketua Pansus I DPRD Loteng Murdani, S.I.P.,M.H., kepada Suara NTB, di Gedung DPRD Loteng, Selasa (3/3/2026).
Ia mengatakan fokus kerja Pansus saat ini ialah mengkaji kelayakan masing-masing BUMD yang akan menerima tambahan penyertaan modal. Terutama terkait kondisi BUMD-nya, apakah sehat atau tidak, karena pihaknya ingin memastikan kalau tambahan penyertaan modal tersebut benar-benar tepat diberikan kepada BUMD yang layak dan sehat.
“Percuma kita berikan tambahan modal kalau BUMD-nya tidak layak dan sehat. Karena ini menyangkut uang rakyat. Jadi harus benar-benar selektif dan ketat,” sebutnya seraya menambahkan, dalam regulasi baru tersebut juga akan diatur penguaatan peran pengawasan oleh DPRD Loteng terhadap BUMD yang ada.
Lebih lanjut Murdani menjelaskan, selain arahnya yang harus jelas, tambahan penyertaan modal tersebut juga harus bisa memberi dampak pada peningkatan kontribusi BUMD bersangkutan terhadap pendapatan daerah. Sehingga pemerintah daerah tidak sia-sia memberikan tambahan penyertaan modal kepada BUMD yang ada.
Saat ini total penyertaan modal daerah di lima BUMD tersebut tercatat mencapai Rp160 miliar. Perumdam Tiara Loteng menjadi BUMD dengan jumlah penyertaan modal paling besar sekitar Rp87 miliar. Namun, lebih banyak berupa aset.
Kemudian Bank NTB Syariah, nilai penyerataan modal Pemkab Loteng sekitar Rp60 miliar. Sisanya ada di BPR LKP serta Jamkrida NTB Bersaing. “Kalau Perusda Loteng Bersatu belum ada penyertaan modal sejauh ini. Karena baru dalam proses reaktivasi kembali oleh pemerintah daerah,” sebut politisi Partai NasDem ini. (kir)

