Praya (Suara NTB) – Kejuaraan balap roda empat dunia GT World Challenge Asia 2026 siap digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, pada 1–3 Mei 2026. Berbagai persiapan pun terus dilakukan Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) selaku penyelenggara. Salah satunya menyiapkan marshal yang akan mengawal jalannya ajang balap dunia tersebut.
Total MGPA telah menyiapkan setidaknya 200 marshal dengan kualifikasi terlatih untuk ditugaskan diajang GT World Challenge Asia itu nantinya. “Seluruh marshal berasal dari NTB dan akan mengambil peran penting dalam mendukung operasional balapan,” tegas Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, dalam keterangannya, Rabu (1/4).
Para marshal tersebut nantinya akan ditugaskan di berbagai bagian. Mulai dari Marshal Pitlane itu sebanyak 45 orang, Marshal Track, 95 orang serta Marshal Track Maintenance sebanyak 10 orang. kemudian ada juga Chief Marshal dan Pick Up Bike Marshal masing-masing 8 orang serta Tim Recovery Marshal sebanyak 23 orang.
Di luar itu ada juga disiapkan Marshal Cadangan atau reserve yang siap ditugaskan setiap saat ketika dibutuhkan. “Kehadiran marshal itu nantinya untuk memastikan setiap aspek balapan berjalan aman, tertib, dan sesuai standar internasional,” ujarnya.
Peran marshal sendiri sangat penting dan vital dalam penyelenggaraan ajang balap motorsport. Tugasnya mulai dari mengawasi lintasan, penanganan insiden hingga menjaga keselamatan pembalap dan kru. Semua itu membutuhkan ketelitian, kecepatan respons, serta koordinasi yang tinggi.
Menariknya, semua marshal yang dilibatkan merupakan marshal lokal. Hal itu menjadi bukti nyata kalau sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya NTB sudah sangat siap dalam mendukung event motorsport kelas dunia.
“Keikutsertaan 200 marshal lokal NTB dalam GT World Challenge Asia 2026, menegaskan bahwa Sirkuit Mandalika tidak hanya siap sebagai tuan rumah dari sisi fasilitas, tetapi juga telah didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, terlatih, dan berpengalaman dalam memenuhi standar keselamatan serta operasional balap internasional,” imbuhnya.
Marshal yang akan terlibat tersebut telah melalui proses rekrutmen, pelatihan dan keterlibatan di berbagai event sebelumnya. Sehingga sudah dipandang mampu dan cakap untuk menjalankan peran krusial secara professional di ajang balap dunia sekelas GT World Challenge Asia.
Keterlibatan marshal lokal tersebut lanjut Priandhi merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem motorsport nasional yang berkelanjutan. Pihaknya ini Sirkuit Mandalika tidak hanya dikenal sebagai venue balap kelas dunia. Tetapi juga sebagai pusat pengembangan SDM motorsport yang berdaya saing global.
“Dengan sistem kerja yang terstruktur dan berbasis standar internasional, para marshal tidak hanya memastikan kelancaran jalannya balapan, tetapi juga memperkuat posisi Sirkuit Mandalika sebagai salah satu destinasi unggulan motorsport kelas dunia,” tandas Priandhi seraya menambahkan ajang GT World Challenge Asia 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan kompetisi balap berkelas saja. Tetapi juga bisa meninggalkan legacy dalam bentuk peningkatan kualitas SDM lokal yang mampu bersaing di tingkat internasional. (kir)

