Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa memberikan atensi khusus terhadap penyediaan akses air minum bagi masyarakat. Sebab realisasi hingga akhir tahun 2025 baru di angka 12,83 persen dari target rencana pembangunan jangka menengah nasional sebesar 43 persen di tahun 2029.
“Realisasi capaian akses air minum kita baru mencapai 12,83 persen, dan kita terus berupaya pada tahun 2029 capaian akses air minum mencapai 43 persen,” kata Kepala Bapperida melalui Kabid Fisik dan Prasarana, Kaharuddin.
Pemkab Sumbawa di tahun 2025, telah memperoleh alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp12,19 miliar yang tersebar di 15 desa. Anggaran itu untuk pembangunan 1.807 sambungan rumah dan jaringan pipa sepanjang 45.790 meter.
“Realisasi tersebut telah berkontribusi pada peningkatan akses air minum sebesar 5 persen. Kami akan terus berupaya untuk terus meningkatkan akses air minum masyarakat,” ujarnya.
Untuk mengejar target tersebut, pemerintah saat ini tengah berupaya melakukan rehabilitasi jaringan SPAM Semongkat dan pengadaan tangki septik di empat desa pada tahun ini. Program tersebut tengah dilaksanakan pemerintah untuk mengejar ketertinggalan akses cakupan air bersih bagi masyarakat
“Kita harus bekerja lebih keras lagi dan injak gas lagi untuk mengejar ketinggalan yang masih sangat jauh dari target yang ditetapkan pemerintah,” ucapnya.
Di tahun 2027, pemerintah menargetkan pembangunan SPAM Ai Ngelar bisa terealisasi serta instalasi pengolahan air bagi timur dan barat. Jika program SPAM ini terwujud, maka akan ada sekitar 4.000 sambungan rumah yang akan terlayani nantinya.
“SPAM Ai Ngelar kita prediksi mampu menghasilkan air bersih berkapasitas 100 ribu liter per detik. Itu artinya tidak akan ada lagi wilayah di Sumbawa yang mengalami krisis air,” terangnya.
Selain masalah akses air bersih lanjutnya, pemerintah juga memberikan atensi khusus terhadap cakupan sanitasi aman. Sebab, saat ini capaian sanitasi aman masih berada di angka 9 persen dari target yang ditetapkan di angka 30 persen di tahun 2029.
“Kami akan tetap berupaya maksimal untuk mengejar target yang ditetapkan pemerintah. Kordinasi ke pemerintah provinsi dan pusat juga terus kami lakukan,” tukasnya. (ils)

