Sabtu, April 11, 2026

BerandaNTBSUMBAWAPerekrutan Nakes Melalui Skema BLUD Masih Terkendala

Perekrutan Nakes Melalui Skema BLUD Masih Terkendala

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, mengaku belum bisa melakukan perekrutan kembali terhadap 424 orang tenaga kesehatan yang dirumahkan, baik yang sebelumnya bekerja di rumah sakit umum daerah maupun di puskesmas.

“Kita sudah lakukan harmonisasi terhadap Perbup Nomor 49 tahun 2022 untuk pengadaan dan penggajian tenaga kesehatan di Kantor Kemenkum NTB. Sekarang tinggal kita menunggu dari Biro Hukum Provinsi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarif Hidayat.

Saat ini,pihaknya tinggal menunggu perubahan atas Perbup tersebut untuk pelaksanaan perekrutan. Pihaknya juga sudah membuat sekretariat untuk menerima pendaftaran termasuk menyiapkan soal untuk tes tersebut.

“Tinggal kita tunggu perubahan Perbupnya saja langsung kita jalan. Kami juga sudah menyiapkan sekretariat termasuk soal untuk tes yang akan kita lakukan juga sudah siap,” ucapnya.

Untuk pengadaan tenaga kesehatan melalui mekanismenya, kepala BLUD mengajukan formasi ke Dikes, termasuk BKAD dan BKPSDM. Kemudian, Dikes mengajukan formasi ke Bupati melalui Sekda untuk proses lebih lanjut.

“Ketika bupati sudah menyetujui, baru kita akan proses termasuk perekrutan terhadap Nakes sesuai dengan formasi yang disiapkan pemerintah,” ujarnya.

Untuk pengadaan Nakes melalui jalur BLUD ini nantinya, akan disesuaikan dengan kebutuhan formasi. Pihaknya tetap akan memberikan perhatian khusus terhadap Nakes yang sudah bekerja dibandingkan dengan tenaga kerja yang baru.

“Kalau untuk jumlah nakes yang kita adakan nanti akan kita sesuaikan dengan kemampuan BLUD dalam membayar gaji. Sehingga dalam penerapan nantinya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Nakes yang dirumahkan, pihaknya menerapkan strategi shif-shifan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Jadi, saling isi karena masih ada juga perawat yang ada di Puskesmas termasuk tenaga bidan. Sehingga kita buat strategi saling isi untuk layanan yang kosong,” tukasnya. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO