Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, membutuhkan anggaran sekitar Rp6milar-7 miliar untuk revitalisasi total seluruh drainase di dalam kota. Genangan dipicu timbunan sedimentasi dan sampah.
“Kebutuhan anggaran revitalisasi bisa Rp6 miliar hingga Rp7 miliar karena harus ada pembongkaran dan penggantian U Ditch yang lebih besar untuk memudahkan aliran air,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, Selasa (28/4).
Ia melanjutkan, untuk revitalisasi drainase tersebut pemerintah sebenarnya sudah memiliki desain. Salah satunya dengan memaksimalkan keberadaan jaringan yang berada di Kokar Danau, Kampung Jawa dan depan SMKK dengan membuat struktur bangunan yang lebih besar.
“Desainnya sudah ada, nanti dari jaringan tersebut akan kita alirkan melalui saluran besar yang berada disamping kantor bupati menuju lokasi pembangunan yang berada di Sungai Brang Biji,” ucapnya.
Selain itu lanjutnya, jaringan yang ada di Jalan Bungur juga akan terus dimaksimalkan karena menjadi titik genangan lainnya. Sebab kondisi jaringan sudah sangat parah akibat penumpukan sedimentasi, sehingga perlu dilakukan pengerukan.
“Kalau untuk revitalisasi secara keseluruhan anggarannya memang cukup besar,karena harus kita lakukan pembongkaran dan pergantian yang sudah berumur,” ujarnya.
Pemerintah juga akan tetap melakukan penanganan secara berkala. Bahkan untuk penanganan drainase perkotaan, pemerintah secara rutin pertiga bulan dilakukan pembersihan dan pengerukan yang dilakukan Dinas PUPR.
“Tetap kita lakukan penanganan secara rutin, terutama di beberapa titik rawan terjadi genangan. Pembersihan – pembersihan terhadap lokasi yang sering terjadi genangan juga terus dilakukan,” jelasnya.
Pemerintah turut mengimbau kepada masyarakat tidak membuang sampah pada aliran sungai atau saluran. Karena akan menutupi jaringan yang ada, sehingga berdampak terhadap genangan di sejumlah ruas jalan.
“Melalui gerakan indonesia asri sudah kita mulai gotong royong, tetapi kita harus tahu setiap hujan di sumbawa tidak hanya membawa sampah tetapi membawa tanah. Ini memang problem yang harus kita tangani,” tukasnya. (ils)

